Breaking News:

Penanganan Covid

1.515 Pasien Positif Aktif di Sulsel, 673 Pasien Dirawat dan Diisolasi di Rumah Sakit

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru kasus covid di Indonesia, Termasuk di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Suryana Anas
Dinkes Sulsel
Situari TT Isolasi dan ICU Rumah Sakit Rujukan Covid di Sulsel, Kamis (1/7/2021). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru kasus covid di Indonesia, Kamis (1/7/2021). Termasuk di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Mellaui akun Twitter @BNPB_Indonesia, terlihat, provinsi dengan angka penambahan pasien terkonfirmasi terbanyak yakni, Jakarta 7.541 pasien.

Diikuti Jawa Barat 6.179 pasien, Jawa Tengah 2.624 pasien, Jawa Timur 1.397 pasien, DI Yogyakarta 895 pasien.

Sementara Sulawesi Selatan di angka 253 pasien. Angka tersebut naik dari sehari sebelumnya di angka 212 pasien

Dengan penambahan 253 pasien di Sulsel membuat angka komulatif penambahan pasien terkonfirmasi tembus 64.485 orang.

Sementara untuk pasien sembuh naik 61 pasien. Angka tersebut turun dibandingkan sehari sebelumnya di angka 80 pasien.

Dengan penambahan 61 pasien sembuh di Sulsel membuat angka komulatif penambahan pasien sembuh tembus 61.983 pasien.

Untuk pasien positif yang meninggal tambah 1 pasien, menjadi 987 pasien.

Artinya, pasien aktif Covid-19 di Sulsel di angka 1.515 pasien.

Dilansir Data Satgas Covid-19 per Kamis (1/7/2021), hanya 673 pasien Covid-19 yang diisolasi dan dirawat di Rumah Sakit rujukan maupun rumah sakit non rujukan.

Bila dipresentasikan, pasien positif yang dirawat dan diisolasi di RS sekitar 44,42 persen.

Sementara yang Isolasi Mandiri di rumah sekitar 842 pasien atau 55,58 persen.

Ketua Tim Konsultan Satgas Penanganan Covid-19 Sulsel Ridwan Amiruddin mengatakan, selayaknya pasien yang isoman di rumah di bawah 10 persen.

"Ini pertanda peningkatan yang tajam dan akan terus meningkat untuk beberapa pekan ke depan," kata Ridwan via pesan WhatsApp.

"Langkah-langkah yang harus dilakukan apapun nama programnya misisalnya PSBB, PPKM dan sebagainya, yang utama meredam pergerakan populasi," jelas Ahli Epidemologi FKM Unhas itu. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved