Tewas di Sawah
Pengakuan Pelaku Pembunuhan di Wajo, Tak Ingat Berapa Kali Parangi Korbannya
Mayat Muhlis pun ditemukan dalam keadaan tengkurap di area persawahan dengan sejumlah luka sabetan
Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUNWAJO.COM, PITUMPANUA - Pelaku pembunuhan di Desa Lauwa, Kecamatan Pitumpanua, Kabupaten Wajo, Sahrul Gunawan (26) menyerahkan diri ke polisi, Minggu (27/6/2021).
Menurut pengakuan Sahrul, pada saat membacok korbannya, Muhlis (40), dirinya tak tahu berapa kali dia sabetkan parangnya.
Terlebih lagi, kondisi gelap di area persawahan. Seingatnya, parang yang dipegangnya dihunuskan ke perut Muhlis, lalu dilayangkan ke tangan kiri dan berbagai bagian tubuh lainnya.
"Menurut pengakuan pelaku, dia menikam korban dari arah depan sebanyak 1 kali pada bagian perut, kemudian pada tangan kiri dan selanjutnya pada bagian tubuh lainnya yang tidak diingat lagi," kata Kapolres Wajo, AKBP Muhammad Islam Amrullah.
Setelah itu, Sahrul Gunawan pun meninggalkan Muhlis sendiri yang tak berdaya di area persawahan.
Pada pagi harinya, ketika mendapatkan kabar bahwa Muhlis tewas dan polisi mulai melakukan penyelidikan, Sahrul Gunawan pun langsung menyerahkan diri.
"Pada pagi harinya, pelaku menyampaikan ke keluarganya untuk menyerahkan diri karena sudah mendengar informasi bahwa korban telah meninggal dunia di TKP," katanya.
Sahrul Gunawan pun terancam dibui 7 tahun sebagaimana pasal 351 ayat 3 KUHP.
"Kita imbau masyarakat agar tak terprovokasi atas kejadian ini. Serahkan proses hukumnya kepada polisi," kata Muhammad Islam.
Pengamanan pun dilakukan oleh sejumlah personel kepolisian, baik di rumah pelaku maupun di rumah korban. Pelaku, yakni Sahrul Gunawan (26) telah menyerahkan diri dan diamankan di Mapolres Wajo.
"Kita telah berkoordinasi dengan pihak keluarga korban agar tidak main hakim sendiri dan juga menyiagakan personel di kediaman pelaku," katanya.
Mulanya, Muhlis lah yang memarangi Sahrul Gunawan pada sebuah acara karaoke layar lebar dibarengi pesta miras, Sabtu (26/6/2021) malam.
"Pelaku diparangi di bagian tangan kanannya, hingga mengejar korban sampai akhirnya terjadi duel di area persawahan," katanya.
Sama-sama berada dalam pengaruh minuman keras, keduanya pun terpancing amarah.
Muhlis yang marah lantaran musik karaoke telah dihentikan sebab sudah larut malam. Lalu, Sahrul Gunawan memperjelas alasan untuk tak melanjutkan.
"Acara karaoke itu pun dihentikan oleh pemiliknya, lalu sekitar 30 menit Muhlis marah karena ingin lanjut menyanyi tapi Sahrul mengatakan jangan dilanjut karena sudah tengah malam," katanya.
Mayat Muhlis pun ditemukan dalam keadaan tengkurap di area persawahan dengan sejumlah luka sabetan parang, serta ususnya terburai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/pelaku-pembunuha77.jpg)