Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Makassar

Dokter Alumni Smansa Makassar Dapat Gelar Profesor Kehormatan dari Oxford Lewat Stem Cell, Apa Itu?

Owner dan investor Celltech Stem Cell Centre (CSC), Prof. dr. Deby Vinski, dianugrahkan gelar Profesor Kehormatan (Honorary Professor)

Editor: Sudirman
ist
Owner dan investor Celltech Stem Cell Centre (CSC), Prof. dr. Deby Vinski, dianugrahkan gelar Profesor Kehormatan (Honorary Professor) dari Oxford Academic Union (senat Oxford). 

TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Owner dan investor Celltech Stem Cell Centre (CSC), Prof dr Deby Vinski, dianugrahkan gelar Profesor Kehormatan (Honorary Professor) dari Oxford Academic Union (senat Oxford).

Penganugerahan tersebut disaksikan hampir 100 negara di dunia pada Jumat (25/6/2021) malam.

Penganugerahan ini merupakan gelar profesor kedua yang didapat Deby Vinski.

sebelumnya ia sudah mendapat gelar profesor dalam bidang kedokteran dari dr Efhre International University.

Sementara kali ini, Deby Vinski menyebut, gelar profesor kehormatan dari senat Oxford dalam bidang bisnis stem cell yang terus ia kembangkan. 

Sebagai informasi, stem cell atau sel punca merupakan suatu pengobatan untuk mengganti sel yang rusak akibat berbagai penyakit yang sulit disembuhkan.

"Oxford Academic Union yang sudah sangat terkenal di dunia memberikan penghargaan (kehormatan) pada bidang stem cell, yang kita ketahui di dunia yang nggak begitu banyak. Jadi ini dianggap sebagai 'future of the medicine'," kata Deby Vinski saat ditemui awak media di kawasan Pondok Indah, Sabtu (26/6/2021).

Mengembangkan Stem Cell Lewat Celltech Stem Cell Centre (CSC)

Deby Vinski mengembangkan pengobatan menggunakan stem cell dari tali pusat dengan membangun Celltech Stem Cell Centre (CSC).

CSC merupakan laboratorium riset, pengolahan dan penyimpanan stem cell yang telah memiliki izin operasional dari Kementerian (Kemenkes), dan terakreditasi Badan Akreditasi Kedokteran Preventive & Anti-Aging Dunia (WOCPM).

Di CSC, tali pusat orang melahirkan yang biasanya dibuang atau ditanam sesuai adat istiadat, diambil sedikit untuk disimpan. 

Sebab, tali pusat ini dapat digunakan untuk terapi pada hampir 80 tipe penyakit dengan lebih dari 35 ribu transplantasi.

Dilaporkan berbagai jurnal ilmiah maupun Riset kedokteran, stem cell dari tali pusat jaringan sangat bermanfaat untuk Diabetes, Cerebral Palsy, Autis, penyakit Autoimun , kelainan Orthopedic, Osteoarthritis pada lutut dan tulang belakang, osteoporosi, trauma luka bakar, Multiple Sclerosis, Lupus, COPD, Dementia, Alzheimer, Parkinson, Kanker, hingga COVID-19.

"Jadi saat orang melahirkan, tali pusatnya kita ambil untuk disimpan. Kita hanya perlu sedikit untuk disimpan. stem cell dari tali pusat ini bisa dipakai untuk pengobatan leukimia, kanker, struk, dan banyak penyakit yang sulit disembuhkan lain termasuk untuk COVID-19," jelas Debby

Menurut dr Wachyudi Muchsin SH MKes Marketing Communication CSC Indonesia Hingga kini, telah banyak pesohor negeri ini menjalani terapi stem cell sejak berpuluh tahun lalu ke luar negeri.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved