Breaking News:

Tribun Kampus

Cara Tim Pengabdian Masyarakat Unhas Edukasi Penyelesaian Sengketa Non Litigasi di Takalar

Cara Tim Pengabdian Masyarakat Unhas Edukasi Penyelesaian Sengketa Non Litigasi di Takalar

Penulis: Rudi Salam | Editor: Hasriyani Latif
Unhas
Tim Pengabdian pada Masyarakat Unhas menggelar Workshop Edukasi Penyelesaian Sengketa Non Litigasi di Desa Komara, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, Kamis (24/6/2021). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Tim Pengabdian pada Masyarakat Universitas Hasanuddin (Unhas) yang tergabung dalam Program Kemitraan Masyarakat (PKM) menggelar Workshop Edukasi Penyelesaian Sengketa Non Litigasi

Kegiatan dilaksanakan di Desa Komara, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Kamis (24/6/2021).

Kegiatan diikuti seluruh aparat Desa Komara, tokoh agama dan tokoh masyarakat secara luring terbatas dengan penerapan protokol Covid-19 secara ketat. 

Ketua Tim yang merupaka dosen Fakultas Hukum Unhas, Amaliyah menjelaskan Desa Komara merupakan desa yang cukup berkembang, memiliki 652 kepala keluarga. 

Sebagian besar mata pencaharian penduduk dari hasil perkebunan dan pertanian. 

Kegiatan pengabdian ini, kata di, dilaksanakan sesuai hasil observasi dan wawancara bersama pemerintah desa. 

Dijelaskan bahwa terdapat beberapa konflik hukum perdata yang biasa terjadi pada masyarakat di Desa Komara, misalnya permasalahan sengketa tanah, batas lahan dan permasalahan hukum lainnya. 

Selain itu, sengketa pertanahan seringkali menimbulkan permasalahan hukum yang baru antar warga seperti perkelahian dan perselisihan. 

"Berdasarkan hal tersebut, kami melakukan kegiatan pengabdian dengan konsep workshop. Alhamdulillah, aparat desa menyambut baik kegiatan ini, dan memberi dukungan fasilitas seperti aula dan beberapa hal yang diperlukan," jelas Amaliyah via rilis Humas Unhas yang diterima tribun-timur.com, Jumat (25/6/2021).

Amaliyah menambahkan program edukasi bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai penyelesaian sengketa hukum secara non litigasi berdasarkan aturan perundang-undangan dengan mekanisme win-win solution. 

Beberapa narasumber memberikan penjelasan terkait pokok pembahasan yang sesuai dengan tema workshop salah satunya materi tentang "Pilihan Penyelesaian Semgketa" yang disampaikan oleh Achmad, selaku ketua Unit Konsultasi dan Bantuan Hukum (UKBH) Unhas. 

Dengan adanya kegiatan ini, Amaliyah berharap akan tercipta peningkatan pemahaman masyarakat mengenai penyelesaian sengketa hukum melalui jalur non litigasi. 

Sehingga, ke depan para pihak tidak perlu menempuh jalur pengadilan yang membutuhkan biaya dan waktu yang cukup lama.

Adapun tim Pengabdian Masyarakat yang terlibat yakni Nur Indrayati Nur Indar (Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unhas), Yusriana (Fakultas Ilmu Budaya Unhas).

Arini Nur Annisa (Fakultas Hukum Unhas), Rezki Amalia Syafiin (Mahasiswa Program Magister Ilmu Hukum), dan Novytha Sari (Mahasiswa Program Sarjana Ilmu Hukum).(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved