Tribun Makassar
DPRD Kaltara dan Universitas Patria Artha Jalin Kerjasama
Wakil Ketua I DPRD Kalimantan Utara (Kaltara) Andi Hamzah pulang kampung. Ia mengunjungi Universitas Patria Artha (UPA)
Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Wakil Ketua I DPRD Kalimantan Utara (Kaltara) Andi Hamzah pulang kampung. Ia merupakan putra Sulsel yang lahir di Bone.
Andi Hamzah bersama Sekretaris DPRD Kaltara mengunjungi Universitas Patria Artha (UPA) Jl Tun Abdul Razak Gowa, Kamis (24/6/2021).
Ia diterima Rektor UPA Bastian Lubis dan sivitas akademika UPA.
Hamzah mengatakan, saat pulang kampung, ia langsung menyantap Coto Makassar.
"Saya sebelum ketemu bapak (Rektor UPA) sudah double (2 mangkuk) cotonya kemarin," kata Hamzah dalam sambutannya, Kamis siang.
Menurutnya, serah terima perjanjian kerja sama lahir atas rekomendasi Gubernur Kaltara Zainal Abidin Paliwang yang juga putra Sulsel asal sinjai.
"Jadi ini lahir karena adanya rekomendasi Pak Gubernur, kebetulan beliau juga dari Sulsel. Jadi selain saya, ada juga anggota dewan di Kaltara asal Pinrang, Wajo, Takalar dan Jeneponto. Jadi walaupun di Kaltara, yah rasa-rasa Sulsel juga," jelasnya.
Hamzah menegaskan, kerja sama terkait peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) di DPRD Kaltara dengan UPA, tak serta merta diterima.
"Siapa sih UPA. Banyak mendengar rekomendasi dari berbagai pihak, maka lahirlah kesimpulan bahwa sudah paslah UPA dijadikan partner kita, konsultan kita membawa Kaltara lebih maju," ujarnya.
"Bahkan, selama 7 tahun Kaltara hadir sebagai provinsi termuda, membuat MoU ini dianggap bersejarah, karena pertama kalinya lembaga legislatif bekerja sama dengan perguruan tinggi," tambah Hamzah.
Menurut Hamzah, Kaltara memiliki Sumber Daya Alam yang melimpah.
"Kaltara miliki sumber daya migas di Blok Nunukan masuk 5 besar dunia, belum lagi blok lainya. Ada juga tambang emas, bkn cuman satu titik tapi beberapa titik. Ada juga tambang Batubara dan perkebunan," ujarnya.
Lalu kenapa Kaltara dianggap terbelakang?
"Kami di Kaltara SDM masih di bawah rata-rata. Kenapa? Wajarlah provinsi baru dengan segala kekurangannya yah justru itulah kami perlu pendampingan Perguruan Tinggi yang mendampingi," katanya.
"Saya banyak mendengar UPA sudah banyak memberi jasa konseling kepada Pemprov dan lembaga negara lain. Sehingga UPA kita gandeng agar Kaltara seperti Sulsel bahkan melebihi Sulsel," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/dprd-kaltara-mou-universitas-patria-artha-upa.jpg)