Tribun Makassar
Bocah Perempuan di Makassar Dianiaya Ayah Kandung karena Tolak Jaga Adik
Bocah Perempuan di Makassar Dianiaya Ayah Kandung karena Tolak Jaga Adik
Penulis: Muslimin Emba | Editor: Hasriyani Latif
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Seorang bocah perempuan di Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Makassar menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga.
Bocah 9 tahun berinisial JA itu dianiaya oleh ayah kandungnya sendiri, AM.
Informasi yang beredar, JA yang masih duduk di bangku sekolah dasar, dianiaya oleh sang ayah lantaran menolak menjaga adiknya.
JA menolak bukan tanpa alasan. Ia mengaku sementara menyelesaikan tugas sekolah.
Penolakan itu membuat sang ayah AM naik pitam.
Ia (AM) membawa putri malangnya dalam sebuah ruangan dan langsung melakukan penganiayaan.
Kanit PPA Polrestabes Makassar AKP Ismail, yang dikonfirmasi tribun-timur.com via sambungan telepon membenarkan adanya kejadian itu.
"Sementara diperiksa ini saksi dan korbannya. Korbannya (JA) kondisinya bagus, karena bisa memberi keterangan," katanya.
Korban JA kata dia telah melaporkan kejadian itu ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Makassar, Rabu kemarin.
"Baru kemarin dia melapor, kemudian hari ini kita lakukan visum, sekarang kita kumpulkan keterangan lagi," ujarnya.
Setelah hasil visum keluar, lanjut Ismail, pihaknya akan segera menjemput terlapor (AM).
"Setelah visum sudah ada kita peningkatan ke penyidikan dan segera kita amankan terlapornya," sambungnya.
Ismail juga membenarkan kronologi penganiayaan itu terjadi.
"Penyebab awal menurut keterangan neneknya, korban menolak permintaan ayahnya untuk menjaga adiknya, karena korban itu sedang mengerjakan tugas sekolah," bebernya.
Dari foto yang beredar, tampak belakang JA mengalami sejumlah luka lebam yang diduga akibat aksi penganiayaan sang ayah.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ilustrasi-penganiayaan-shutterstock-162021.jpg)