Breaking News:

PPDB 2021

Soal Keluhan Ortu Terkait Jalur Zonasi, Panitia PPDB Sulsel: Pahami Saat Pengisian Data

Disdik Sulsel terus berupaya dalam hal memberikan ruang dengan membuka posko pengaduan PPDB Sulsel

Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Suryana Anas
Dok Pribadi
Ketua PPDB Dinas Pendidikan Sulsel, Idrus 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan terus berupaya dalam menyempurnakan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) setiap tahunnya.

Meskipun PPDB di Tahun 2021 ini masih terdapat beberapa kendala, namun Disdik terus berupaya dalam hal memberikan ruang dengan membuka posko pengaduan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang berlokasi di Gedung Guru, Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel, Jl Perintis Kemerdekaan Makassar.

Ketua PPDB Dinas Pendidikan Sulsel, Idrus mengatakan, keluhan maupun kendala yang dialami calon peserta didik dikarenakan faktor pengisian data pada PPDB yang masih banyak belum dipahami siswa ataupun orang tua/wali calon peserta didik baru.

"Beberapa kendala yang ditemukan di antaranya adanya KK yang alamatnya tidak lengkap, misalnya dialamat hanya tertulis Jl Sudirman, tidak dilengkapi dengan jalan, nomor rumah serta RT/RW dan singkatan nama alamat lainnya," katanya via rilis Pemprov Sulsel, Rabu (23/6/2021) pagi.

Hal ini, kata dia, jadi penyebab bergesernya titik koordinat calon siswa yang terbaca di aplikasi dari tempat atau alamat yang sesungguhnya, karena apalikasi hanya membaca dari pointer terdekat dari casis yang bersangkutan beralamat di jalan Jl Sudirman, akhinya bergeser dari alamat yang sebenarnya.

"Sementara tetangganya (misalnya) alamat di KK-nya lengkap tertulis jalan jenderal sudirman No. 25 RT02/RW04, maka aplikasi akan membaca sesuai dengan jarak yang sesungguhnya seperti yang tertera dialamat casis," ujarnya.

"Adapula ditemukan masalah alamat karena faktor kemiripan dan kesamaan ciri pada daerah atau wilayah lain  misalnya dituliskan gunung lompobattang, tanpa menuliskan jalan, nomor rumah, RT/RW, secara jelas, ini berpotensi menunjuk ke daerah atau wilayah lain yang penamaan alamatnya sama," tambahnya. 

Ketika casis, lanjut dia, mendapati kondisi titik alamat yang tidak sesuai, maka seharusnya melakukan koreksi jarak pada sekolah pilihan pertama.

"Agar dilakukan pencocokan titik koordinat yang benar dengan alamat casis tersebut dengan mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan dengan didampingi oleh orang tua casis tersebut," jelasnya.

Bahkan, kata dia, masih ditemukan beberapa calon peserta didik baru yang menggunakan jasa biro internet yang tidak memahami ketentuan yang ditetapkan sesuai dengan juknis PPDB 2021.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved