Breaking News:

Tambang Emas KKB

TERPOPULER Bukan KKB Lekagak Telengen dan Egianus Kogoya, Ini Kelompok yang Lebih Brutal di Papua

Bukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Lekagak Telengen dan Egianus Kogoya, ternyata ada kelompok lain yang lebih brutal di Papua.

Editor: Sakinah Sudin
Youtube Tribun Timur
Ilsutrasi: KKB Papua Pimpinan Lamek Taplo dikenal brutal saat lakukan teror. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Terungkap! bukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Lekagak Telengen dan Egianus Kogoya, ternyata ada kelompok lain yang lebih brutal di Papua.

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua dikenal brutal saat melakukan teror.

Sejumlah fasilitas umum di antaranya bandara dan rumah warga dibakar.

Mereka juga telah menembaki beberapa anggota TNI Polri hingga warga sipil.

KKB di Papua memang terbagi dalam beberapa kelompok dan berjumlah ratusan orang.

Kelompok yang terkenal yakni Lekagak Telengen dan Egianus Kogoya.

Namun dari kedua nama tersebut ternyata masih ada kelompok lain.

Kelompok tersebut adalah Lamek Taplo, namun diduga masih banyak kelompok lainnya.

Ilsutrasi: KKB Papua Pimpinan Lamek Taplo dikenal brutal saat lakukan teror.
Ilsutrasi: KKB Papua Pimpinan Lamek Taplo dikenal brutal saat lakukan teror. (Youtube Tribun Timur)

Kelompok Lamek Taplo ini dikenal sebagai salah satu KKB yang cukup brutal dan sudah melakukan beberapa aksi yang cukup meresahkan.

Menurut keterangan, kelompok Lamek Taplo mendapatkan senjata setelah merampas senjata dari helikopter TNI AU yang jatuh pada Juli 2019.

KKB Papua pimpinan Lamek Taplo sudah beberapa kali melancarkan aksi teror kepada TNI-Polri, sepanjang 2020.

Pertama diketahui, kelompok Lamek Taplo terlibat dalam sejumlah aksi teror di Pegunungan Bintang dalam beberapa bulan terakhir.

Mereka kemudian menyerang truk pekerja jalan trans-Papua ruas Yahukimo-Pegunungan Bintang pada 2 Maret 2020 di Distrik Oksop.

Tak hanya itu, saja salah satu aksi nekat yang dilakukan oleh kelompok Lamek Taplo adalah saat melakukan penyerangan pesawat TNI AU.

Mereka menembaki pesawat TNI AU jenis CAS CN-2909 pada 22 Maret 2020 sebelum mendarat di Bandara Oksibil.

Terapat tujuh lubang di badan pesawat setelah mendarat, untungnya tujuh awak pesawat tidak mengalami luka.

Lalu, kelompok Lamek Taplo tercatat pernah melakukan penyerangan pada anggota TNI AD, yang sedang berpatroli pada 29 Maret 2020.

Satu anggota TNI mengalami luka kaki, saat mencoba menghindari tembakan kelompok ini, dia adalah Sersan Dua Irfan Setiawan.

Sudah lancarkan aksi penyerangan pada anggota TNI,

aksi yang tak kalah nekat adalah serang 12 anggota TNI sekaligus.

Kelompok Lamek Taplo pernah menyerang 12 anggota TNI pada (18/5/21),

penyerangan itu terjadi saat kendaraan yang ditumpangi 12 anggota TNI masuk ke daerah rawan.

Anggota Satgas Pengamanan Daerah Rawan dari Yonif 403/WP dan Satgas Mobile Yonif 310/KK, mengendari kendaraan memasuki daerah rawan.

Kendaraan yang ditumpangi prajurit itu tiba-tiba mati, anggota lain pun turun untuk melihat kondisi mobil.

Namun, tiba-tiba mereka diserang dengan tembakan, dan langsung terjadi kontak tembak.

Akibat serangan tersebut, 4 dari 12 anggota mengalami luka tembak di bagian kaki,

saat melintas di jembatan kayu 2 kampung Yapimakot, Distrik Serambakon, Kabuparen Pegunungan Bintang.

KKB pimpinan Lamek Taplo menyerang para anggota TNI yang sedang bertugas di Pegunungan Bintang.
KKB pimpinan Lamek Taplo menyerang para anggota TNI yang sedang bertugas di Pegunungan Bintang. (Kompasiana.com)

Gagal lancarkan pembunuhan, kelompok Lamek Taplo menyerang Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan dari Batalyon Infanteri 312/Kala Hitam di Distrik Serambakon, Pegunungan Bintang (20/10/20).

Tiga anggota terluka dalam serangan tersebut, insiden itu juga berdampak pada pembangunan di daerah tersebut.

Menurut Kompas TV, kelompok Lamek Taplo mendapat senjata api setelah merampas sebuah helikopter milik TNI AU.

Senjata itu diperoleh tahun 2019, saat itu helikopter MI17 yang ditumpangi 12 prajurit TNI jatuh.

Hal itu diungkapkan oleh Brigjek Izak, yang mengatakan KKB Lamek Taplo mendapatkan senjata dari reruntuan helikopter tersebut.

"Memang benar senpi yang dimiliki KKB Papua Lamek Taplo berasal dari helikopter MI17 yang membawa 12 prajurit TNI," kata Izak pengemanan pada Antara, Jumat (21/5/21).

Tambang Emas KKB

Kini KKB meliki banyak sejata canggih yang dibeli dari luar negeri.

Persenjataan canggih KKB Papua pun menjadi pertanyaan banyak pihak. 

Darimana mereka yang hidup di pegunungan dan pedalaman bisa mendapatkan senjata tersebut. 

Apalagi senjata tersebut digunakan untuk melancarkan aksi teror. 

Hingga kini aksi teror KKB masih menjadi momok bagi masyarakat Papua.

Mereka tidak segan-segan menyerang warga sipil dan aparat keamanan.

KKB Papua seolah tak takut menantang aparat bahkan menembak mati warga sipil karena dibekali senjata canggih. 

Lantas dari mana sumber dana KKB Papua sehingga mereka bisa membeli senjata canggih?

Dari penelusuran, terungkap sumber dana untuk membeli senjata.

Ternyata KKB memiliki sumber tambang emas yang menghasilkan dana untuk membeli senjata.

Wilayah pendulangan tambang emas biasanya jauh dari pengawasan aparat.

Sejumlah anggota KKB yang datang untuk mengambil upeti, namun ada juga yang mereka ikut mendulang emasnya.

Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri menyebut bahwa dana KKB untuk membeli senjata berasal dari tambang emas ilegal di Paniai, Intan Jaya, dan sebagian Yahukimo.

Awalnya diduga sumber dana KKB berasal dari perampasan dana desa.

"Kalau Timika sidah jelas, makanya kita agak geser pendulang di situ agar tidak mendulang lagi," kata Fakhiri di Jayapura, Kamis (8/4/2021) dikutip dari Kompas.com.

Satu di antara penyebab tambang emas ilegal diperas KKB Papua adalah karena lokasinya yang jauh.

Sebab KKB memanfaatkan pengawasan dari aparat yang sangat sedikit.

"Wilayah pendulangan biasanya jauh dari pengawasan aparat. Ada (KKB) yang datang untuk mengambil upeti, ada juga yang mereka ikut dulang," ujar Fakhiri.

Sementara itu Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Papua Frets J Boray membenarkan ada lokasi penambangan ilegal di empat kabupaten tersebut.

Dijelaskannya jika emerintah sulit menjangkau lokasi penambangan itu karena sangat jauh termasuk untuk penertiban.

Sumber: https://intisari.grid.id/read/032741936/dijuluki-kelompok-kkb-papua-paling-brutal-kelompok-ini-pernah-serang-pesawat-tni-au-dengan-cara-ini-bahkan-tak-gentar-serang-12-tni-sekaligus?page=all

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved