Breaking News:

Tribun Sulsel

Lelang Tender Sulsel Mulai Berprogres, Capai 42 Persen dan 49 Paket Selesai Tender

Lelang tender Sulsel sudah mulai berprogres. Di triwulan pertama sangat sedikit peket yang tayang di layanan pengadaan secara elektronik (LPSE).

Penulis: Siti Aminah | Editor: Suryana Anas
Dok Pribadi
Plt Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Sulsel, Andi Bakti Haruni 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Lelang tender Sulsel sudah mulai berprogres. Di triwulan pertama sangat sedikit peket yang tayang di layanan pengadaan secara elektronik (LPSE).

Bahkan, pada Mei lalu, persentase lelang proyek baru diangka 15 persen. Tiap pekan, hanya 1,6 persen progresnya atau sekitar 11 atau 12 paket tender. 

Plt Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Sulsel, Andi Bakti Haruni membeberkan lelang paket di pengadaan barang dan jasa saat ini sudah mencapai 42,13 persen.

Totalnya 179 paket dengan rincian 40 paket yang sedang proses review, 85 paket yang sudah ditender, dan 49 paket selesai tender.

"Total paket sebanyak 413, yang terproses di biro pengadaan barang dan jasa ada 179 paket, persentasenya 42,13 persen," beber Andi Bakti Haruni kepada Tribun Timur, Rabu (17/6/2021) malam.

Adapun nilai dari keseluruhan 413 paket tender tersebut sebanyak Rp2 triliun lebih.

"Tanggal 4 Juni itu baru sekitar 26 persen," ucap Bakti.

Lambannya progres tender di lingkungan Pemprov Sulsel kata Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi Pembangunan dan Keuangan, subbidang Pembangunan ini bukan kesalahan PBJ, melainkan para Organisasi Perangkat Daerah (PBJ) yang lamban mengusulkan paket tender.

"Lamban memang dari OPD. Artinya apa yang mau kita tenderkan kalau memang tidak ada (usulan)," tegasnya.

Saat ini, pihaknya tarus melakukan pendampingan kepada OPD agar segera mengusulkan programnya untuk ditenderkan. Khususnya Dinas Pendidikan dan PUTR.

Kedua OPD ini kata Bakti paling banyak programnya yang akan ditenderkan, karena itu butuh percepatan untuk mengejar ketertinggalan.

"Saya mohon kepada OPD, supaya mempercepat, saya bentuk tim untuk mendampingi  OPD, mislanya siapa stafku yang dampingi dinas pendidikan, siapa di PU, jadi ada staf yang ditugaskan khusus untuk mendampingi supaya itu bisa dipercepat," ujarnya.

Apalagi, proyek-proyek yang sumbernya dari Dana Alokasi Khusus (DAK) harus dipercepat. Plt Gubernur Andi Sudirman Sulaiman sudah memberi warning agar segera menyelesaikan proyek DAK tersebut.

Dilansir dari laman LPSE Sulsel, sudah banyak proyek DAK yang tayang. 

Teranyar, belanja modal pembangunan gedung dan mbangunan ruang praktik SMKN 1 Luwu Timur, serta pembangunan ruang perpustakaan SMKN 2 Luwu Timur dengan nilai HPS Rp1,2 miliar. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved