'Mama Tahu Kok Kerjaan Saya' Jawaban ABG Lulusan SMA Open BO Ketika Terjaring Razia Satpol PP
Perempuan berumur 17 tahun tersebut terpaksa menjajakan diri di hotel, karena menjadi tulang punggung keluarga.
“Cuma ambil buat jajan sama makan saja."
"Sisanya dikirim semua,” aku NV yang juga mengaku telah menyelesaikan sekolahnya di tahun ini.
NV yang mengaku baru beberapa pekan menjalani profesi sebagai pekerja seks komersial, mengaku terjebak dalam pergaulan bebas yang membuatnya kehilangan mahkotanya.
“Mau kerja apa bingung, pas teman ngajak kerja beginian, sudah gitu hasil yang didapat juga besar, ya sudah mau," bebernya.
Kepala Bidang Gakumda Satpol PP Kota Tangerang Iwan menjelaskan, operasi ini merupakan kegiatan penegakan Perda tentang larangan prostitusi di daerah bermoto Akhlakul Karimah ini.
“Atensi dari pimpinan yakni Kasatpol PP, pada malam hari ini kami amankan dua orang terduga pelaku open BO."
"Yang diduga menyewa kamar untuk digunakan sebagai sarana prostitusi,” tutur Iwan, Jumat (11/6/2021).
Setelah diperiksa intensif dan beberapa barang bukti diamankan, kedua terduga pelaku prostitusi daring tersebut selanjutnya dikirim ke Dinas Sosial Kota Tangerang untuk dibina.
Untuk Hotel yang disinyalir digunakan sebagai sarana prostItusi, pihaknya akan melakukan penyegelan terhadap unit kamar tersebut.
“Kami telah segel, ada dua kamar yang terbukti digunakan sebagai sarana prostutusi,” paparnya.
Paling Murah Rp 300 Ribu
Tarif PSK muda di Kota Tangerang sekali kencan sangat murah.
Diketahui, sekali kencan, tarif PSK muda di Kota Tangerang Rp 300 ribu dan paling mahal tarifnya mencapai Rp 800 ribu.
Hal ini yang membuat MW (16), pekerja seks komersial di Kota Tangerang lebih pilih tidak lagi lanjutkan sekolah.
Tergiur dengan sejumlah uang hasil jasa esek-esek ke pria hidung belang, jadi alasan remaja PSK Kota Tangerang tersebut.