Breaking News:

Kasus Suap Nurdin Abdullah

Ada Setoran atau Fee 5% dari Anggu Teman Nurdin Abdullah ke 'Gedung Putih', Apa Itu Gedung Putih?

Sejumlah informasi baru terkait dengan kasus suap proyek infrastruktur di Sulawesi Selatan ( Sulsel ) terungkap dalam persidangan

WIKIPEDIA
Gedung Putih dan Gubernur Sulsel nonaktif, Nurdin Abdullah. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Sejumlah informasi baru terkait dengan kasus suap proyek infrastruktur di Sulawesi Selatan ( Sulsel ) terungkap dalam persidangan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Makassar, di Makassar, Sulsel, Kamis (10/6/2021).

Dalam sidang tersebut, dihadikan saksi Raymond Ferdinand Halim untuk terdakwa Agung Sucipto alias Anggu.

Raymond yang mengaku sebagai direktur di salah satu perusahaan milik Anggu.

Anggu merupakan kontraktor asal Kabupaten Bulukumba, Sulsel sekaligus Direktur PT Agung Perdana Bulukumba.

Anggu juga merupakan penyuap terdakwa Nurdin Abdullah, Gubernur Sulsel nonaktif.

Saat sidang, Raymod mengaku jika beberapa kali disuruh oleh Anggu untuk mencatat sejumlah instruksi Anggu, termasuk perihal fee 5 persen kepada seseorang dengan sebutan nama 'Gedung Putih'.

'Gedung Putih' pun jadi perhatian jaksa dalam sidang tersebut.

Dalam sidang itu jaksa terus berupaya menggali keterangan Raymond soal 'Gedung Putih'.

Namun, Raymond enggan berterus terang terkait istilah tersebut.

"Saya tidak tahu (soal Gedung Putih). Saya hanya diminta untuk mencatat. Pak Agung sering minta saya mencatat agar nantinya bisa diingatkan," kata Raymond.

Halaman
123
Editor: Edi Sumardi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved