Breaking News:

Kasus Suap Nurdin Abdullah

103 Hari Nurdin Abdullah Ditahan, KPK Sudah Periksa 53 Saksi, 10 Mangkir dan 11 Belum Jelas

103 Hari Nurdin Abdullah Ditahan, KPK Sudah Periksa 53 Saksi, 10 Mangkir dan 11 Belum Jelas

WA Ali Fikri
Jubir KPK Ali Fikri 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Komisi Pemberantasan Koruspi (KPK) terus mencari alat bukti dan keterlibatan para tersangka, kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (TPK) suap perizinan, dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemprov Sulsel Tahun Anggaran 2020-2021.

KPK pun memperpanjang masa tahanan Tersangka Nurdin Abdullah (NA) dan Tersangka Edy Rahman hingga 30 hari ke depan, mulai 28 Mei 2021 sampai dengan 26 Juni 2021 mendatang.

Alasannya, Penyidik KPK masih akan memeriksa beberapa saksi, utamanya yang mangkir.

Teranyar, KPK mengagendakan pemanggilan lima orang saksi. Dimana kelima saksi tersebut, merupakan pengusaha dan Pegawai Negeri Sipil.

Bertempat di gedung Merah Putih KPK, telah dilakukan pemeriksaan saksi-saksi untuk Tsk NA dan kawan-kawan

"Mega Putra Pratama (Wiraswasta), Andi Kemal Wahyudi (Wiraswasta), Rober Wijaya (Wiraswasta), para saksi didalami pengetahuannya antara lain terkait dengan dugaan aliran sejumlah uang dari beberapa pihak kepada Tsk NA karena telah mendapatkan beberapa paket pekerjaan proyek di Pemprov Sulsel," kata Jubir KPK Ali Fikri.

Selain itu, saksi lainnya pengusaha Petrus Yalim.

"Petrus Yalim (Wiraswasta), dikonfirmasi antara lain mengenai dugaan adanya aliran penerimaan sejumlah uang dalam bentuk gratifikasi pada Tsk NA," ujarnya.

Ada juga Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang menjabat sebagai Kepala Bidang di Dinas PUTR Sulsel.

"Andi Sahwan (PNS), dikonfirmasi antara lain terkait dengan paket pekerjaan proyek pada dinas Binamarga Pemprov Sulsel," katanya.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved