Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kisah Pahlawan

Kisah La Madukelleng, Mantan Bajak Laut yang Dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional

Julukan Maddukelleng dari Suku Wajo adalah Petta Pammadekaenggi, berarti Tuan yang memerdekakan Wajo. Ia juga dikenal sebagai seorang ksatria.

Tayang:
Editor: Muh. Irham
ist
La Maddukelleng 

Sebagai Sultan Pasir, La Maddukelleng mengangkat La Banna To Assa sebagai panglima dan membangun armada laut untuk mengacaukan pelayaran di Selat Makassar.

10 tahun La Maddukelleng menjabat, ia menerima surat dari Arung Matowa Wajo La Salewangeng yang mengajaknya pulang ke Wajo untuk menghadapi Kerajaan Bone.

Perjuangan di Wajo

La Maddukelleng mulai membentuk pasukan dan menyiapkan persenjataan armadanya.

Pasukan La Maddukelleng dibagi menjadi dua, pasukan laut yang dikomando oleh La Banna To Assa dan pasukan darat yang dikomando oleh Panglima Puanna Pabbola dan Panglima Cambang Balolo.

Seluruh pasukan merupakan orang-orang terpilih yang mahir bertempur di laut dan darat Semenanjung Malaya dan perairan antara Johor dan Sulawesi.

Dalam perjalanan menuju Makassar, armada La Maddukelleng diserang dua kali pada 8 Maret 1734 dan 12 Maret 1734.

Namun armada Belanda berhasil didesak mundur setelah perang selama dua hari.

Begitu sampai di dekat pulau Lae-lae dan benteng Rotterdam, armada La Maddukelleng ditembak dengan meriam namun pasukan Belanda berhasil dibunuh oleh La Maddukelleng.

Ratu Bone yang gagal membendung pasukan La Maddukelleng kemudian menuntut Arung Matowa Wajo untuk tidak memberi kesempatan La Maddukelleng untuk mendarat di Wajo.

Tuntutan itu ditolak karena menurut Arung Matowa Wajo, hak-hak asasi rakyat Wajo terjamin dalam perjanjian pemerintahan di Lapadeppa.

La Maddukelleng berhasil tiba di Singkang melalui Doping pada 24 Mei 1736.

Berdasarkan Hukum Adat Tellumpoccoe (persekutuan antara Wajo, Soppeng dan Bone), La Maddukelleng pergi ke persidangan dan menjelaskan alasannya meninggalkan Bugis dan pertempurannya melawan Belanda.

La Maddukelleng diangkat menjadi Arung Matowa Wajo XXXIV ketika La Salewangeng Arung Matowa Wajo bertambah tua.

Penobatan La Maddukelleng digelar pada Selasa, 8 November 1736 di Paria.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved