Senjata
Indonesia Kabarnya Akan Beli Senjata Canggih Mirip Iron Dome, Apa Saja Kelebihannya?
Berbagai aspek diliput dalam konflik ini tak hanya terkait kekerasan militer Israel kepada warga Palestina, tapi juga keunggulan Israel.
Mengutip jurnal TNI AD Yudhagama edisi Desember 2017, salah satu artikelnya berjudul 'Modernisasi Alutsista Arhanud TNI AD' karangan Kolonel Arh Blasius Popylus, nama C-RAM disebutkan.
Artikel yang menjadi proposal untuk penambahan C-RAM ke deretan alutsista TNI AD itu menjelaskan C-RAM diperlukan untuk menangkal ancaman roket, artileri dan mortir.
C-RAM adalah pengembangan dari meriam dengan kemampuan menembak amunisi dan ketepatan yang sangat tinggi sehingga kemungkinan tepat sasaran cukup besar.
C-RAM awalnya dirancang dari sistem CIWS (Close In Weapon System) digunakan oleh kapal untuk menangkal rudal yang menggunakan lintasan beberapa meter di atas permukaan laut dan baru bisa dideteksi pada jarak yang sangat dekat.
Namun Kolonel Popylus menilai C-RAM akan jauh termaksimalkan penggunaannya jika alutsista pertahanan TNI AD sudah dapat melaksanakan integrasi dalam suatu fungsi operasi.
Sering kali, radar yang satu dengan radar yang lain belum bisa melaksanakan tukar menukar informasi.
Bahkan radar Alutsista Mistral (MCP) ternyata belum dapat membagi informasi sasaran antar MCP sendiri.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/c-ram.jpg)