Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Kelompok Separatis

Daftar Kelompok Separatis di Asia Tenggara, Myanmar Paling Banyak

Di Indonesia sendiri, gerakan separatisme di Papua terbilang cukup banyak, seperti yang telah umum diketahui adalah Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Editor: Muh. Irham
dok Facebook TPNPB
Pasukan KKB Papua, salah satu gerakan separatisme di Asia Tenggara 

Kelompok ini merupakan kelompok separatis yang aktif dalam konflik di negara bagian Rakhine, Myanmar.

Kelompok separatis Rohingya sebenarnya telah ada sejak puluhan tahun lalu akibat dari konflik vertikal antara etnis Rohingya dengan pemerintah Myanmar.

Konflik sempat reda di tahun 2001.

Naun, di tahu 2013 setelah terjadi kerusuhan sektarian antara dua agama di negara bagian Rakhine, kelompok ini aktif kembali dengan nama ARSA.

4. Shan State Army

SSA adalah kelompok separatis etnis Shan yang didirikan pada tahun 1964 sebagai wadah untuk memperjuangkan kemerdekaan wilayah etnis Shan dari pemerintah Myanmar.

Wilayah milik etnis Shan dikenal sebagai salah satu tempat penghasil opium ilegal terbesar di dunia, sehingga SSA tidak hanya harus menghadapi aparat keamanan Myanmar, melainkan juga kelompok kartel, penyelundupan, bahkan para bekas perwira Koumintang yang menjadi petani opium setelah berakhirnya Perang Saudara Tiongkok.

5. Kachin Independence Army

Kelompok ini merupakan kelompok bersenjata etnis Kachin yang aktif di daerah Perbukitan Kachin di sebelah utara Myanmar.

Semenjak Ne Win mengadakan kudeta tahun 1962, banyak anggota militer etnis Kachin di tubuh angkatan bersenjata Myanmar mulai melakukan desersi.

Mereka lalu bergabung dalam Kachin Independence Army atau KIA sebagai sayap militer utama dari kelompok separatisme etnis Kachin.

Konflik besar dengan tentara Myanmar meletus sampai tahun 1994, kemudian berlanjut di tahun 2011 sampai hari ini.

Selain harusberhadapan dengan militer pemerintah, KIA juga harus berhadapan dengan pemberontak Partai Komunis Myanmar dan New Democratic Army Kachin.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved