Breaking News:

Tribun Sinjai

Sudah Divaksin Covid dan Urus Paspor, 232 Calon Jamaah Haji Sinjai Batal Berangkat Tahun Ini

Sebanyak 232 Calon Jamaah Haji (CJH) di Sinjai gagal berangkat tahun 2021.

ist
Kepala Kemenag Sinjai, Abd Hafid Talla sedang memberikan keterangan terkait pembatalan ibadah haji Sinjai ke Mekkah tahun ini di kantornya, Jumat (4/6/2021) 

TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI UTARA- Sebanyak 232 Calon Jamaah Haji (CJH) di Sinjai gagal berangkat tahun 2021.

Hal tersebut diketahui setelah pemerintah mengumumka pembatalan pemberangkatan CJH tahun ini.

"Mereka sudah diberi vaksin covid dan semua urusan dokumen sudah rampung, kami sisa menunggu jadwal," kata Kepala Urusan Haji dan Umrah Kemenag Sinjai, Syamsul Alam, Jumat (4/6/2021).

Kepala Kemenag Sinjai, Abd Hafid Talla mengatakan, secara pribadi dan selaku pimpinan menyampaikan ucapan terima kasih atas kerjasama Dinas Kesehatan Sinjai yang telah bekerja secara maksimal menangani kesahatan calon jamaah haji Sinjai.

Adapun Waiting list per tanggal 4 Juni 2021 berjumlah 5.879 orang, kuota jamaah haji Sinjai 232 orang dan estimasi berangkat 25 tahun kedepan jika sesuai kouta normal.

"Kepada calon jamaah haji Kabupaten Sinjai semua keputusan ini mengandung hikmah yang besar, dan tetap menerima keputusan ini," ujarya.

Ia berharap agar seluruh lapisan masyarakat khususnya masyarakat Sinjai, memahamai kondisi seperti ini.

Apabila memaksakan mengambil kebijakan dalam kondisi di tengah wabah covid 19 seperti ini, maka sangat sulit dilakukan untuk menjadi haji mabrur.

Sekedar diketahui, Kementerian Agama (Kemenag) melalui Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas telah resmi menyatakan calon jamaah haji Indonesia yang akan berangkat ke tanah suci musim haji tahun 2021 batal diberangkatkan.

Keputusan itu diatur dalam Keputusan Menteri Agama RI Nomor 660 Tahun 2021 yang ditetapkan pada 3 Juni 2021. 

"Menetapkan pembatalan keberangkatan jemaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 1442 Hijriah atau 2021 Masehi bagi warga negara Indonesia yang menggunakan kuota haji Indonesia dan kuota haji lainnya," kata Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas saat membacakan keputusan dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Kemenag RI, Kamis (3/6/2021). 

Dalam surat keputusan tersebut, ada sejumlah pertimbangan yang menjadi dasar pemerintah membatalkan pemberangkatan jemaah haji. .

Pertama, terancamnya kesehatan, keselamatan, dan keamanan jemaah haji akibat pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia dan Arab Saudi. 

Sementara, dalam ajaran Islam, menjaga jiwa harus dijadikan dasar pertimbangan utama dalam menetapkan hukum atau kebijakan oleh pemerintah. 

"Pemerintah bertanggung jawab untuk menjaga dan melindungi warga negara Indonesia, baik di dalam maupun di luar negeri melalui upaya penanggulangan pandemi Covid-19," ujar Yaqut. (*)

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved