Breaking News:

PKK Sulsel

Andi Sudirman Sulaiman Buka HKG-Rakerda PKK Sulsel

Masih berada di Jakarta, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman membuka Hari Kesatuan Gerak PKK dan Rapat Kerja Daerah PKK Sulsel 2021

Penulis: Muhammad Fadhly Ali | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM/MUHAMMAD FADHLY ALI
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Tim Penggerak PKK Sulsel, Naoemi Octarina saat memberikan jumpa pers usai pembukaan Hari Kesatuan Gerak PKK dan Rapat Kerja Daerah PKK Tingkat Provinsi Sulsel 2021 di Hotel Four Points Jl Andi Djemma Makassar, Rabu (262021). 

Melalui program KISAK ini, lanjut Naoemi, PKK Provinsi Sulsel dan Kabupaten Kota, akan bersinergi, bersama-sama menyadarkan masyarakat akan pentingnya dokumen kependudukan, sehingga dapat mengakses pelayanan publik. Mulai dari Akte Kelahiran hingga KTP, sangat dibutuhkan.

Selanjutnya, kata Naoemi, PKK Sulsel berupaya menjadikan keluarga sebagai pelopor perubahan untuk penanganan stunting, angka kematian ibu hamil, dan angka kematian bayi.

Namun untuk mewujudkan hal ini, semua harus bersinergi dan bergerak bersama.

"Sejauh ini belum ada data yang akurat mengenai angka kematian ibu dan bayi. Kita akan perbaiki sama-sama. Ke depan ada wacana, bagaimana jika data tersebut wajib ditembuskan ke PKK, agar bisa lebih diperhatikan," ungkap Naoemi.

Terkait penanganan stunting, PKK Sulsel sudah membentuk tim stunting yang akan turun ke kabupaten kota, menggandeng Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Dokter Spesialis Obgyn. 

"Dalam pelaksanaan programnya, PKK Sulsel juga menitikberatkan pada lingkungan hidup, dimana PKK aktif melakukan penghijauan," bebernya.

Selain itu, PKK Sulsel juga turut andil dalam penanganan Covid-19.

Naoemi mengungkapkan, PKK Sulsel aktif melakukan sosialisasi, apalagi masih banyak warga yang tidak memakai masker dan enggan mengikuti program vaksinasi. 

"Bagaimana peningkatan ekonomi selama pandemi Covid-19, PKK melakukan program inovasi agar perempuan bisa diberdayakan. Mulai dari memanfaatkan lahan pekarangan, hingga pelatihan untuk perempuan," jelasnya.

Ke depannya, tambah Naoemi, PKK akan menjadi organisasi mandiri. Tidak hanya sekedar mengandalkan OPD, tetapi juga pihak swasta dan BUMN.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved