Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Catatan Bola Willy Kumurur

Catatan Bola: Panggung Sastera Bola

Di bawah asuhan Tuchel, Chelsea tampil trengginas dan “indah”. Dengan “sastera sepakbola” nya, Tuchel mempecundangi Manchester City 1-0 di semifinal

Editor: AS Kambie
Willy Kumurur 

Musik sanggup mengiaskan dan menganalogikan segala sesuatu.

Tak ada yang eksis tanpa musik, alam semesta telah dibingkai oleh harmoni suara, dan surga pun berdendang dalam nada-nada harmoni, ujar pepatah Perancis.

Keindahan kemudian identik dengan Barcelona kala itu, dan ketika Pep Guardiola pindah ke Bayern Muenchen dan kini Manchester City, keindahan itupun “pindah”.

Dalam bukunya The Meaning of Art, Herbert Read, merumuskan keindahan sebagai sebuah unifikasi arti relasi-relasi bentuk yang terdapat di antara pencerapan-pencerapan inderawi kita; dan filsuf Thomas Aquinas merumuskan keindahan itu sebagai suatu yang menyenangkan bila dilihat.

Ciri keindahan adalah kesatuan (unity), keselarasan (harmony), kesetangkupan (symmetry), keseimbangan (balance) dan perlawanan (contrast); yang kesemuanya dimiliki The Citizens.

Liga Champions Eropa, telah “memanggil” dua finalis, yaitu Manchester City dan Chelsea. Sang takdir mempertemukan mereka di Estadio do Dragao, Portugal, Minggu (30/5/2021) dini hari nanti.

Laga yang akan kembali menghadirkan duel adu taktik antara pelatih The Citizens, Pep Guardiola, dengan pelatih Chelsea, Thomas Tuchel.

Di bawah asuhan Tuchel, Chelsea tampil trengginas dan “indah”. Dengan “sastera sepakbola” nya, Tuchel mempecundangi Manchester City 1-0 di semifinal Piala FA, serta mampu mengalahkan pasukan Pep Guardiola 1-2 di Etihad Stadium pada laga pekan ke-35 Liga Inggris.

Karena itulah, Tuchel yakin pasukannya akan kembali membenamkan City di final Liga Champions.

"Manchester City adalah patokan di Eropa dan Premier League. Kami tantang mereka dan itulah yang akan kami lakukan selama 90 menit penuh di Porto."

Namun, Pep Guardiola menegaskan bahwa hasil dalam laga sebelumnya tak akan berpengaruh di final Liga Champions.

Pep yakin pasukannya bakal sanggup membalas dua kekalahan sebelumnya di laga final nanti. Apalagi, di final Piala FA, Chelsea ditumbangkan oleh Leicester City, dan di Liga Primer, Aston Villa menghabisi Chelsea.

Ternyata, Chelsea bisa dikalahkan. “Kubu kami mempersiapkan duel final ini dengan sangat baik. Kami bertekad menghadirkan trofi Champions ke lemari klub untuk pertama kalinya dalam sejarah,” ujar Pep Guardiola.

Kolumnis koran Irlandia, Irish Examiner, Tommy Martin menulis bahwa City dan Chelsea dimiliki oleh orang-orang kaya yang mengerikan.

Namun Martin melanjutkan tulisannya, “Bukankah orang kaya yang mengerikan telah mensponsori seni yang hebat selama berabad-abad. Tanpa Borgia yang haus darah di Renaissance Italia, tidak akan ada Monalisa…….”

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved