Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Opini

Tahun Kedua Covid-19, Kapan Berakhirnya?

Trend curva epidemic Indonesia cenderung berbentuk lonceng piramida sempurna.

Editor: Imam Wahyudi
Dok Pribadi Ridwan Amiruddin
Ketua Tim Konsultan Satgas Penanganan Covid-19 Prof Ridwan Amiruddin 

Misalnya menyalahkan warga karena tingkat partisipasi terhadap protokol kesehatan yang rendah; angka pemakaian masker yang semakin menurun,  jarak sosial yang sulit diterapkan, hingga kebiasaan mencuci tangan yang buruk.

Apa yang harus dilakukan?

Kegiatan itu tentu telah dilaksanakan oleh berbagai pihak. Namun perlu dipahami bahwa kesehatan adalah produk cultural, merupakan output dari seluruh aktifitas sosial kebudayaan.

Sehat bukan hanya tentang menu sehat seimbang, olahraga teratur, perbaikan imun, tidak merokok hingga kepatuhan akan protokol kesehatan.

Tetapi sehat adalah resultante seluruh aktifitas kebudayaan yang memerlukan pendekatan holistik, karena kesehatan meliputi seluruh elemen kehidupan.

Hal lain yang sangat penting  bagi warga Indonesia adalah keteladanan dari para pemimpin bangsa dan toko masyarakat terhadap praktek baik dalam pengendalian covid-19.

Disisi lain kejujuran masyarakat dalam mengungkap riwayat penyakit sangat dibutuhkan pada saat tracing contact di laksanakan. Jangan menyembunyikan riwayat penyakit karena malu, hal.itu justeru akan merugikan semua pihak dalam mengontrol laju penularan.

Kepada petugas kesehatan agar lebih menahami tentang komunikasi berisiko dalam mengeksplorasi setiap kasus. Sehingga kegiatan bisa lebih efisien dan efektif hindari benturan dengan warga dengan memberikan penjelasan yang lebih rasional sesuai tingkat pemahanannya. Perkuatlah literasi kesehatan warga terhadap pengendalian covid-19 dengan melibatkannya secara dini.

Jadi kapan covid-19 berakhir?

Covid-19 akan berakhir bila, varian virus yang ada tidak dapat menemukan lingkungan yang baik untuk tumbuh. Lingkungan yang nyaman bagi covid-19 tentu di ruang yang tertutup, lembab, dan sirkulasi udara yang buruk.

Sementara pada aspek populasi. Covid-19 menyukai mereka yang punya penyakit kronik bawaan misalnya DM, hipertensi, stroke dan jantung.

Dari kekuatan virusnya, covid-19 sedang mempelajari bagaimana menaklukkan berbagai program yang diarahkan untuk menggancurkannya. Misalnya serangan hand sanitizer dengan alkohol, serangan vaksin hingga aktifitas lainnya. Tekanan yang melimpah terhadap virus SARRCOV2. Memaksa virus tersebut mengubah strainnya dengan membentuk ribuan varian baru.

Pada situasi normal, biasanya ini menerlukan waktu panjang untuk satu mutasi yang berbahaya.sementara pada situasi pandemik petang global ini, covid-19 merevolusi sistem mutasinya secara lebih sistematis dan lebih cepat.

Bila ini benar adanya, maka diperlukan upaya yang lebih sistematis dalam membangun sistem imunitas populasi, mis.percepatan cakupan vaksinasi di atas 70%.

Dukungan lingkungan untuk penerapan protokol kesehatan yang lebih sistenatis dan terukur. Implementasi sistem karantina wilayah dan isolasu wilayah yang lebih terkendali.

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved