Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Tribun Eduksi

Mengenal Rafflesia Arnoldii, dari Bunga Hingga Baunya yang Busuk

Bunga Raffllesia arnoldii dikenal sebagai bunga tunggal terbesar di dunia. Bunga ini memiliki kisaran diameter 70 hingga 110 sentimeter.

Tayang:
Editor: Suryana Anas
KOMPAS/ADHITYA RAMADHAN
Bunga Rafflesia arnoldii mekar di Hutan Lindung Bukit Daun Register 5, Kabupaten Kepahiang, Bengkulu, Minggu (9/3/2014). Tidak seperti umumnya raflesia dengan lima kelopak, raflesia ini berkelopak enam. Diperlukan komitmen kuat banyak pihak untuk menjaga habitat asli bunga terbesar di dunia ini. (KOMPAS/ADHITYA RAMADHAN) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Bunga Rafflesia arnoldii merupakan bunga langka yang tumbuh di Indonesia.

Bunga ini juga ditemukan tumbuh di Semenanjung Malaya, Thailand dan Filipina.

Rafflesia arnoldii ditemukan pertama kali pada 1818, oleh dua pria asal Inggris bernama Dr. Joseph Arnold dan Sir Thomas Stamford Raffles, di hutan tropis Sumatera.

Berikut beberapa fakta tentang bunga Rafflesia arnoldii.

Bunga tunggal terbesar di dunia

Melansir dari Library of Congress (loc.gov), bunga Raffllesia arnoldii dikenal sebagai bunga tunggal terbesar di dunia. Bunga ini memiliki kisaran diameter 70 hingga 110 sentimeter.

Beratnya bisa mencapai 10 kilogram. Rafflesia arnoldii bisa ditemukan di ketinggian 35 hingga 600 meter di atas permukaan air laut.

Menurut Agus Susatya dalam buku Rafflesia: Pesona Bunga Terbesar di Dunia (2011), bunga ini biasanya berwarna oranye hingga oranye tua.

Ada lima kelopak bunga di setiap tanaman ini dan pada setiap bagian kelopaknya ditemui bercak kecil dan bercak besar berwarna putih serta oranye muda.

Kira-kira jumlah keseluruhannya sekitar 15 buah.

Tidak memiliki klorofil

Dikutip dari Easy Science for Kids, bunga Rafflesia arnoldii tidak memiliki klorofil seperti tumbuhan lainnya.

Bunga ini tidak bisa melakukan dan mendapatkan makanannya dari proses fotosintesis. Rafflesia termasuk dalam tanaman parasit.

Artinya dalam mendapatkan sumber makanan seperti air dan nutrisi, bunga ini menggantungkan hidupnya pada tanaman inangnya. 

Tidak punya batang, akar dan daun

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved