Breaking News:

Tribun Sulbar

Data Penerima Bantuan Rumah Rusak Diprotes Korban Gempa di Mamuju, Keluar Tanpa Verifikasi

Data penerima bantuan stimulan rumah rusak akibat gempa bumi di Kabupaten Mamuju, Sulbar menuai sorotan dari masyarakat.

TRIBUN-TIMUR.COM/NURHADI
Rumah berlantai lima milik mantan Kepala Dinas PUPR Mamuju, Alm Salihi Saleh, di Jl Pontiku, Kelurahan Rimuku, Mamuju, amruk akibat diguncang gempa bumi magnitudo 6.2 pada 15 Januari 2021. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Data penerima bantuan stimulan rumah rusak akibat gempa bumi di Kabupaten Mamuju, Sulbar menuai sorotan dari masyarakat.

Data penerima sebanyak 9.719 disebut tidak melalui proses assesment.

Banyak rumah rusak dengan skala ringan malah masuk dalam data penerima rusak berat, begitu sebaliknya.

Bantuan stimulan rumah rusak akibat gempa bumi yang melanda Mamuju, Majene dan Mamasa pada 15 Januari 2021 lalu.

Kabupaten Mamuju menerima sebesar Rp 209. 535.000.000, dengan total penerima 9.719 kepala keluarga (KK).

Untuk penerima kategori rusak berat sebanyak 1.501 unit Rp 75.050.000.000.

Kemudian kategori rusak sedang 3.487 unit Rp 87.175.000.000 dan rusak ringan 4,731 unit Rp 47.310.000.000,-.

Warga Dayanginna Selatan, Kelurahan Dayanginna, Kecamatan Tapalang, Mamuju, Zainuddin, menyesalkan karena pemerintah tidak melakukan verifikasi langsung ke lapangan sebelum mengusulkan data ke pemerintah pusat.

"Contoh rumah saya rusak berat. Bisa dibilang hancur tapi tidak masuk dalam data penerima bantuan rumah rusak akibat gempa bumi,"katanya.

Zainuddin mengaku hanya ada satu warga Dayanginna Selatan yang masuk dalam daftar penerima bantuan rumah rusak akibat gempa bumi.

Halaman
123
Penulis: Nurhadi
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved