Breaking News:

Tribun Sinjai

Penyebab Anjloknya Harga Porang di Sinjai

Harga porang di tingkat petani di Kabupaten Sinjai saat ini Rp 4.000 per kilogram hingga Rp 5.000 per kilogram dari sebelumnya Rp 8.500 per kilogram.

TRIBUN-TIMUR.COM/SYAMSUL BAHRI
Sosialisasi KUR Porang oleh PT Maraja Utama dan PT CPI di kantor Camat Sinjai Selatan, Sinjai, Kamis (2052021) 

TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI SELATAN-Salah satu perusahaan di bidang pengembangan porang mengungkap anjloknya harga porang.

Komisaris Utama PT Maraja Utama, Syamsul Umar mengatakan, anjloknya harga porang disebabkan karena ada pengaturan harga di tingkat industri.

Harga porang di tingkat petani di Kabupaten Sinjai saat ini Rp 4.000 per kilogram hingga Rp 5.000 per kilogram dari sebelumnya Rp 8.500 per kilogram.

"Ini terjadi seperti ini karena oknum pabrik porang memainkan harga ditambah lagi pengusaha di tingkat bawah. Mereka tahu bahwa petani saat ini sedang butuh uang karena mereka mau berbelanja saat jelang lebaran lalu," kata Syamsul Umar kepada TribunSinjai.Com, Jumat (21/5/2021).

Dia menyarankan agar petani porang di Sinjai dan Bulukumba menunda menjual porangnya karena harga turun.

Dia berharap pihak pabrik di Makassar dan di daerah lainnya untuk kembali menstabilkan harga sehingga tidak merugikan masyarakat petani porang.

Ketetapan harga yang rendah itu juga ditetapkan sendiri oleh para pelaku pabrik.

"Sebenarnya tidak ada ketetapan harga standar yang diatur oleh pemerintah sampai saat ini," katanya.

Rencananya melalui perusahaannya bersama PT Maraja Utama dan PT Celebes Pangan Indonesia (CPI) akan membicarakan mengenai standar harga ke Kementerian Pertanian di Jakarta.

Sebelumnya Wakil Bupati Sinjai, Andi Kartini Ottong ikut prihatin atas turunnya harga porang di petani.  

Halaman
12
Penulis: Samsul Bahri
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved