Breaking News:

Tribun Opini

Maros Menuju Kabupaten Surga Buku di Sulawesi Selatan

Jika saja buku mengandung racun, jika buku dipalsukan akan timbul bahaya kerusakan yang sangat besar.

sayyid/tribun-timur.com
Bachtiar Adnan Kusuma 

Oleh Bachtiar Adnan Kusuma

Tokoh Literasi Sulawesi Selatan, Tim Pendampingan Literasi Daerah Sulsel

SALAH seorang novelis terkemuka Austria, Frans Kafka menegaskan bahwa buku harus menjadi kampak untuk menghancurkan lautan beku di dalam diri manusia.

Adapun lautan beku dalam diri manusia adalah kebodohan di dalam diri kita.

Karena itu, buku, ibarat makanan, jika manusia haus dan lapar, maka ia mencari minuman dan makanan.  

Nah, jika otak manusia haus dan lapar, maka makanan dan minumannya adalah membaca buku.

Benarlah jika Ali Syariati, kembali menegaskan kalau buku adalah makanan bagi jiwa dan pikiran.

Buku juga bagaikan obat bagi penyakit yang mendera perasaan dan pikiran manusia.

Jika saja buku mengandung racun, jika buku dipalsukan akan timbul bahaya kerusakan yang sangat besar.

Demikian pula, buku ibarat kebutuhan pokok bagi kehidupan masyarakat demi memenuhi kebutuhan nutrisi otaknya agar bisa menjadi warga kabupaten Maros sebagai sebuah kabupaten literasi pertama di Sulawesi Selatan, maka buku menjadi kebutuhan utama sekaligus alat membaca bagi masyarakat yang maju dan menempatkan peradaban sebagai sesuatu yang sangat penting.

Halaman
123
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved