Idulfitri 1442 H
Polres Polman Kerahkan 143 Personel untuk Pengamanan Salat Idulfitri Hari Ini
Sebanyak 143 personil Kepolisian dari Resor Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) dikerahkan untuk mengamankan pelaksanaan salat Idulfitri
Penulis: Hasan Basri | Editor: Ilham Mulyawan Indra
TRIBUN - TIMUR. COM, POLMAN -- Sebanyak 143 personel Kepolisian dari Resor Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) dikerahkan untuk mengamankan pelaksanaan salat Idulfitri 1422 Hijriah, Kamis (13/5/2021) hari ini.
Pengamanan ini untuk untuk menjamin kenyamanan, keamanan dan kekhusuan warga yang merayakannya.
Termasuk mengawal penerapan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 selama pelaksanaan shalat Id untuk mencegah munculnya klaster-klaster baru.
Ratusan personil dari berbagai satuan disebar di sejumlah lokasi pelaksanaan salat Idulfitri di wilayah hukum Polres Polman.
Selain personil dari Polres Polman, menurut Paur Humas Polres Polman Ipda Rahman, pengamanan juga akan melibatkan personil dari Polsek masing masing wilayah.
"Untuk tingkat Polsek seluruh personil di siagakan, " ujar Paur Humas Polres Polman, Ipda Rahman kepada tribun.
Tidak hanya mengamankan pelaksanaan salat Id, diantara ratusan personil tersebut kata Ipda Rahman akan mengamankan objek wisata di Polewali Mandar.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) memperbolehkan seluruh masjid untuk pelaksanaan salat Idulfitri 1442 Hijriah
Selama pelaksanaan salat Idulfitri tersebut dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan Covid 19 sesuai dengan anjuran pemerintah.
Keputusan itu diambil dari hasil pertemuan Pemerintah Kabupaten Polman dengan Panitia Hari Besar Islam (PBHI) beberapa waktu lalu.
"Kita sepakat dengan PBHI Polman dan Pemda dan instansi terkait bahwa pelaksanaan salat Id tahun ini di Masjid dengan tetap mengacu protokol kesehatan, " kata Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Polman, Muliadi Rasyid.
Protokol kesehatan dengan memakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan dengan menggunakan hand sanitizer yang disediakan oleh pengurus Masjid.
Pengurus Masjid diminta menerapkan pembatasan jarak dengan memberikan tanda khusus minimal 1 meter.
Serta membatasi jumlah jemaah paling banyak 50 persen dari kapasitas ruangan yang ada.
Muliadi menganjurkan agar mempersingkat waktu pelaksanaan salat Idulfitri tanpa mengurangi ketentuan kesempurnaan beribadah.
"Kita upayakan sesingkat mungkin. Khatibnya (baca khutbah) itu ya maksimal 20 menit dan imamnya kita anjurkan baca ayat ayat surah pendek, " ujarnya. (San)