Breaking News:

Tribun Maros

THR Belum Dibayarkan, Karyawan Swasta di Maros Melapor ke Disnakertrans

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Maros, Sulsel, menerima satu aduan Tunjangan Hari Raya (THR).

TRIBUN-TIMUR.COM/IKHSAN
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Maros, Amiruddin 

TRIBUNMAROS.COM, MAROS -Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Maros, Sulsel, menerima satu aduan Tunjangan Hari Raya (THR).

Laporan tersebut berasal dari salah satu karyawan perusahaan swasta yang belum belum menerima THR.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Maros, Amiruddin membenarkan adanya laporan tersebut.

"Jadi sudah ada satu orang yang melapor, sepertinya yang melapor ini perwakilan," ucap Amiruddin, Minggu (9/5/2021)..

Amiruddin menegaskan, sesuai surat edaran Kementerian Tenaga Kerja, seharusnya pihak perusahaan sudah membayarkan THR pekerjanya minimal tujuh hari sebelum lebaran.

"Sesuai dengan surat edaran Menteri Tenaga Kerja itu, THR keagamaan wajib dibayarkan paling lambat H-7 atau tujuh hari sebelum hari raya. Jadi seharusnya sudah dibayarkan karena ini sisa tiga hari menjelang lebaran,"ungkapnya.

Disnakertrans Maros akan memanggil pihak perusahaan tersebut untuk dimintai keterangan.

"Kami akan panggil perusahaan tersebut untuk dilakukan klarifikasi apa alasan belum membayarkan THR pekerja atau buruh," jelasnya.

Dari data Disnakertrans, sebanyak 254 perusahaan di Maros yang wajib membayarkan THR.

Pembayaran THR Keagamaan diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016. 

Halaman
12
Penulis: Nurul Hidayah
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved