Tribun Bantaeng
Profil Imam Masjid Agung Syekh Abdul Gani Bantaeng, Hafalan Alquran 30 Juz
Masjid Agung Syekh Abdul Gani adalah salah satu masjid yang banyak didatangi jamaah di Kabupaten Bantaeng.
Penulis: Achmad Nasution | Editor: Sudirman
TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Masjid Agung Syekh Abdul Gani adalah salah satu masjid yang banyak didatangi jamaah di Kabupaten Bantaeng.
Tak hanya bangunannya yang megah, masjid Agung juga memiliki imam masjid seorang hafiz yang menghafal Alquran 30 juz.
Dia adalah Kiai Muda (KM) Sudirman Sappara. Ia sangat fasih melantunkan ayat suci Alquran dan melafaskan dengan sangat merdu.
Sejak kecil dia sudah senang belajar agama dan setelah lulus Sekolah Dasar (SD) di tanah kelahirannya di Desa Ulugalung, Kecamatan Eremerasa dia lanjut sekolah pesantren.
Sudirman, melanjutkan sekolahnya di As'Adiyah Ereng-Ereng mulai tingkat Tsanawiyah tamat tahun 1996 dan tingkat Aliyah tamat 1999.
"Tamat SD Inpres Bonto Bonto, Desa Ulugalung, Kecamatan Eremerasa tahun 1993. Kemudian, lanjut Tsanawiyah di As'Adiyah Ereng-Ereng lulus 96, dan lanjut Aliyah tamat 1999," kata Sudirman kepada TribunBantaeng.com, Minggu, (9/4/2021).
Setelah itu dia melanjutkan kuliahnya di pondok pesantren As'Adiyah Sengkang. Pada tingkat itulah dia mulai menghafal Alquran.
Ayat demi ayat dihafal tanpa pendampingan khusus oleh seorang pembina. dia menghafal hanya dengan caranya sendiri atau otodidak.
Hanya bermodalkan niat yang kuat dari dalam dirinya, dia mulia menghafal saat berada dibangku perkuliahan.
Menurutnya, dorongan yang kuat untuk menghafal hanya mengharapkan ridho Allah. Sebab, dijaminkan pahala setiap huruf yang dilafalkan.
"Yang membuat saya bersemangat menghafal karena mengharap Ridha Allah dan pahalanya karena kalau kita mengaji satu huruf pahalanya 10, sementara kalau menghafal kita terus mengulangi hafalan jadi berapa pahala yang kita dapatkan," ujarnya.
Dia mulai menjalani pendidikan dibangku perkuliahan sejak tahun 1999 dan selesai lima tahun kemudian pada tahun 2004.
Setelah lulus dia berhasil menghafal empat juz. Hafalan terus dilanjutkan hingga bisa menghafal tujuh juz. Dan pada tahun 2005 dia dikontrak menjadi Imam diberbagai masjid.
Dengan pengalamanya menjadi imam diberbagai masjid, dia kembali ke Bantaeng dan diminta menjadi imam tetap di masjid Syekh Abdul Gani Bantaeng sejak berdiri pada tahun 2008.
"Pertama kali mengajak jadi imam ustad Karim Bagada, dan Alhamdulillah menjadi imam tetap tahun 2008 berkat pengalaman di kontrak menjadi Imam di beberapa daerah," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/imam-tetap-masjid-agung-syekh-abdul-gani-bantaeng-kiai-muda-km-sudirman-sappara.jpg)