Breaking News:

Tribun Bisnis

ALFI Sulselbar Sebut Penyesuaian Tarif Tol Tidak Rasional

Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Sulselbar Sebut Penyesuaian Tarif Tol Tidak Rasional

TRIBUN TIMUR
Ketua Asosiasi Forwarding dan Logistik Indonesia (ALFI) Sulsel, Syaifuddin Saharudi 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Penyesuaian tarif tol di Kota Makassar dinilai akan mengerek biaya logistik lantaran aspek rasionalisasi besaran maupun proporsional (jarak pengguna jalan) diabaikan oleh pengelola ruas bebas hambatan tersebut.

Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Sulselbar, Syaifuddin Saharudi mengatakan penyesuaian tidak proporsional itu bakal membuat komponen biaya angkutan logistik lewat tol jadi membengkak untuk seluruh jalur.

Menurut dia, besaran penyesuaian tarif yang signifikan dan tidak proporsional ipada muaranya membuat biaya logistik menjadi nir efesien dalam skala lebih luas.

"Pada prinsipnya, kami dari sisi pengusaha tidak alergi dengan penyesuaian tarif tol, akan tetapi harus proporsional dan rasional. Karena kalau itu diabaikan, inefesiensi biaya logistik tidak bisa terelakkan," paparnya, Sabtu (8/5/2021).

Menurut pria yang karib disapa Ipho ini, penyesuaian tarif tol tersebut tidak hanya menjadi persoalan bagi pebisnis ekspedisi lingkup ALFI, tetapi juga pelaku usaha angkutan logistik yang terhimpun dalam Organda Makassar dan lainnya.

Pada aspek lain, lanjutnya, penyesuaian tarif dengan kenaikan sangat signifikan itu juga bersinggungan dengan upaya pemulihan dampak pandemi, di mana logistik dan bisnis turunannya mengalami kontraksi sangat signifikan.

"Jadi, penyesuaian tarif ini harusnya ditinjau ulang lagi, karena efek bergandanya bisa sangat besar. Biaya logistik akan bengkak, padahal itu bisa dihindari jika penyesuaian dilakukan secara rasional dan proporsional," tegasnya.

Seperti diketahui, tarif tol Makassar mengalami kenaikan hingga dua kali lipat dan berlaku Sabtu (8/5/2021). 

Adapun penyesuaian itu dikenakan pada golongan jenis kendaraan pada Jalan Tol Ujung Pandang seksi 1, 2 dan 3.

Golongan I meliputi, aedan, jip, pick up/truk Kecil dan bus. Golongan II, truk dengan 2 gandar. 

Halaman
12
Penulis: Sukmawati Ibrahim
Editor: Hasriyani Latif
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved