Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

TRIBUN TIMUR WIKI

Sejarah Babi Ngepet di Indonesia, Terlahir dari Pemikiran Primitif

kepercayaan seperti ini baru akan lenyap jika rasionalisme berpikir sudah benar-benar berkembang.

Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Waode Nurmin
tribunjakarta.com
Tersangka Adam Ibrahim pelaku rekayasa babi ngepet. Ia memesan babi secara online dari pencinta binatang seharga Rp 900 ribu, dengan ongkos kirim Rp 200 ribu. 

TRIBUNTIMURWIKI.COM- Isu babi ngepet depok menggemparkan warga Indonesia.

Bagaimana tidak, mulai dari video hingga foto begitu cepat menyebarkan informasi terkait Babi Ngepet ini.

Dilansir dari Tribunnews.com, kabar adanya Babi Ngepet di Kelurahan Bedahan, Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat membuat heboh.

Babi itu diamankan warga pada Selasa (27/4/2021) sekira pukul 00.30 WIB.

Setelah ditangkap oleh warga, babi itu disembelih dan kemudian dikubur.

Belakangan terungkap, kabar babi ngepet itu hanyalah bohong belaka.

Adanya babi ngepet itu ternyata rekayasa.

Polisi telah menetapkan Adam Ibrahim, orang yang menjadi pelaku rekayasa babi ngepet.

Menurut pengakuan Adam, ia tidak sendiri dalam melakukan rekayasa.

Ada delapan warga yang terlibat

"Jadi berita yang viral tiga hari ini (babi diduga jadi-jadian) adalah bohong," kata Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Imran Edwin Siregar, dikutip dari TribunJakarta, Kamis (29/4/2021).

Menurut Kombes Imran, Adam Ibrahim melakukan rekayasa agar ia menjadi terkenal.

"Adam Ibrahim telah berbohong dan mengaku melakukan penipuan dengan maksud untuk menjadi terkenal dan agar pengikuti majelis taklimnya bertambah," ujarnya.

Adapun babi yang diduga menjadi babi ngepet adalah babi yang dibeli oleh Adam melalui situs online.

Adam membeli babi tersebut lewat pencinta kucing di Depok.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved