Breaking News:

Rapid Test Bekas

Bos Laboratorium Tersangka Rapid Test Bekas, Kesaksian Tetangga: Orang Kaya Kimia Farma Mobil 4

Penampakan rumah mewah Business Manager Laboratorium Kimia Farma untuk wilayah Medan, PC (45), tersangka rapid test bekas Bandara Kualanamu, Medan

TRIBUN SUMSEL
Penampakan rumah mewah Business Manager Laboratorium Kimia Farma untuk wilayah Medan, PC (45), tersangka rapid test bekas Bandara Kualanamu, Medan 

TRIBUN-TIMUR.COM - Polisi bertindak cepat mengungkap jaringan Rapid test bekas Kualanamu Medan karena menjadi perhatian masyarakat.

Di tengah upaya serius pemerintah mencegah Covid-19 dengan rapid test, sejumlah oknum di Kimia Farma Diagnostic anak perusahaan Kimia Farma justeru berbuat culas dengan bisnis Rapid Test bekas di Bandara Kualanamu Medan.

Tak tanggung-tanggung, polisi mengungkap sindikat ini meraup untung minimal Rp 30 juta perhari dari bisnis haram ini.

Sejumlah pejabat laboratorium dan pegawai Kimia Farma Diagnostic pun jadi tersangka.

Termasuk bos di bagian laboratoriumnya. 

PC (45 tahun) warga Kelurahan Simpang Periuk, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II Kota Lubuklinggau Sumsel ditetapkan saat ini jadi tersangka.

Business Manager Laboratorium Kimia Farma untuk wilayah Medan ini ditangkap setelah ditetapkan tersangka penggunaan alat tes antigen bekas di Bandara Kualanamu Medan Sumatra Utara (Sumut) Selasa (27/4/2021) lalu.

Selama 11 tahun tinggal di wilayah perumahan Griya Pasar Ikan, PC sudah dikenal warga sekitar bekerja di Kimia Farma.

Namun, warga sekitar jarang bertemu secara langsung, karena PC pulang ke Lubuklinggau paling lama hanya dua sampai tiga hari dan kemudian kembali pergi bekerja.

"Kami taunya bekerja di Kimia Farma, tapi sejak kapan dia (PC) bekerja kami tidak tahu, paling bertemu lebaran saat silaturahmi ke rumahnya," ungkapnya No warga sekitar pada wartawan, Sabtu (30/4/2021).

Halaman
123
Editor: Mansur AM
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved