Breaking News:

Tribun Pinrang

Penyandang Disabilitas dan Tunarungu Pinrang Berbagi Takjil

Pendiri Bank Sampah Peduli Pinrang, Ali Topan yang juga penyandang disabilitas mengatakan, aksi berbagi takjil yang dilakukan oleh rekannya

TRIBUN TIMUR/NINING
Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) dan Gerakan Untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) melakukan aksi bagi-bagi takjil di depan Masjid Al Munawir Pinrang, Rabu, (28/04/2021). 

TRIBUNPINRANG.COM, WATANG SAWITTO - Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) dan Gerakan Untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Pinrang, melakukan aksi bagi-bagi takjil di jalanan. 

Penyandang disabilitas dan tunarungu (tuli) tersebut membagikan takjil di depan Masjid Al Munawir Pinrang, Rabu, (28/04/2021). 

Mereka membagikan takjil kepada penarik becak, pemulung, tukang ojek, sopir angkutan dan warga yang melintas. 

Ketua PPDI Pinrang, Anjas menuturkan keterbatasan bukan menjadi penghalang untuk saling berbagi. 

"Kami ingin pola pikir masyarakat berubah. Selama ini, kalangan penyandang disabilitas dan tunarungu yang selalu menerima. Kini dengan berbagai keterbatasan yang ada, kami juga bisa memberi ke sesama," kata Anjas. 

Anjas berharap dengan aksi ini, rekan-rekan mereka sesama penyandang disabilitas di seluruh Kabupaten Pinrang juga mulai bangkit dan tidak lagi berfikir menjadi pihak yang selalu menerima. 

"Dengan perubahan pola pikir ini, maka kaum penyandang disabilitas dapat bangkit dan berbuat lebih banyak bagi masyarakat," ujarnya. 

Untuk mewujudkan hal tersebut, pihaknya meminta andil dari pemerintah untuk membuat peraturan daerah mengenai perlindungan penyandang disabilitas. 

"Nanti di dalamnya mengatur berbagai fasilitas umum yang harus tersedia. Agar kami juga dapat beraktivitas layaknya rekan non penyandang disabilitas," ungkapnya. 

Pendiri Bank Sampah Peduli Pinrang, Ali Topan yang juga penyandang disabilitas mengatakan, aksi berbagi takjil yang dilakukan oleh rekannya harus menjadi semangat awal untuk menumbuhkan rasa solidaritas. 

"Ide melaksanakan aksi bagi-bagi takjil ini hal yang tepat agar aura kebaikan menyebar ke seluruh Pinrang,"ucapnya. 

Menurutnya, meski mempunyai kekurangan fisik, itu bukan hal yang membuat diri mereka patah semangat. 

"Saya sangat mengapresiasi ketika teman-teman mengubah pola pikirnya. Ini menjadi semangat yang penting, agar ke depan kita tidak lagi ditempatkan sebagai target  penerima bantuan saja," bebernya. 

Ali ingin membuktikan, jika mereka juga bisa diajak untuk lebih produktif dalam beraktivitas. 

"Insya Allah, pembagian takjil di bulan Ramadan ini sebagai langkah awal untuk mengubah pola pikir kita. Bahwasannya, penyandang disabilitas dan tunarungu juga bisa membantu sesama," tutupnya. 

Penulis: Nining Angraeni
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved