Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Refleksi Ramadan 1442

Puasa Ada 4 Tingkatan, Tentukan Tingkat Puasa Anda!

Pertanyaanya adalah apakah kita, kaum muslimin, selama sebulan di hari-hari Ramadan akan dilewati tanpa mengambil manfaat yang signifikan?

Editor: AS Kambie
dok.tribun
Supratman Supa Atha'na, Dosen Sastra Asia Barat Fakultas Ilmu Budaya Unhas 

Oleh:
Supratman Supa Athana
Dosen Sastra Asia Barat FIB Unhas

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pada dasarnya manejemen bulan suci Ramadan merupakan program pembinaan mental dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Manusia yang memiliki banyak penyakit, cacat, aib dan atau pun kekurangan lainnya selayaknya berubah menjadi orang sehat baik secara fisik maupun mental kepribadian.

Manusia yang sudah sehat selayaknya bermetamorfosis menjadi orang yang sempurna.

Penetapan bulan suci Ramadan adalah program penyucian jiwa (Tazkiyatun Nafs).

Program memperbaiki aib, cacat, dan menghilangkan segala kekurangan.

Program maksimalisasi dominasi akal dan iman atas tipu muslihat kehendak hawa nafsu dan ambisi setaniah.

Program munajat kepada sang pemilik mutlak daripada kebenaran.

Program miraj ke pangkuan ridho Ilahi.

Program progresivitas spiritual, dan program pengagungan jiwa.

Sekarang bulan Ramadan sudah tiba diharibaan kita.

Pertanyaanya adalah apakah kita, kaum muslimin, selama sebulan di hari-hari Ramadan akan dilewati tanpa mengambil manfaat yang signifikan?

Misalnya; malam-malam Ramadan dilewati begadang hingga terbitnya matahari pagi, berpartisipasi pada forum A dan pertemuan B, dan pada akhirnya Idul Fitri pun tiba akan tetapi kondisi dan keadaan fisik serta mental tetap sama saja dengan hari akhir di bulan Syaban yang lalu tanpa ada suatu perubahan ke arah dan tingkat yang lebih tinggi.

Puasa yang telah dilalui selama 30 hari tak punya pengaruh sama sekali.

 Agama Islam bukan tanpa maksud dan tujuan mengistirahatkan mulut dari makanan dan minuman serta kata-kata selama sebulan, melainkan dengan puasa tersebut dimaksudkan manusia mengalami perbaikan dan kemajuan secara fisik dan mental.

Murtadha Muthahhari melakukan klasifikasi terkait fenomena orang berpuasa.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved