Tersangka Pencabulan Ditembak Mati

Duga Ada Kejanggalan, Propam Polda Sulbar Kirim Tim ke Mapolres Polman

Propam Polda Sulbar mengirim tim untuk mendalami kasus penembakan yang menyebabkan tersangka

Penulis: Hasan Basri | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN TIMUR/HASAN BASRI
Kepala Bidang Humas Polda Sulbar AKBP Syamsu Ridwan. 

TRIBUN-TIMUR.COM, POLMAN - Propam Kepolisian Resor Daerah Sulawesi Barat (Sulbar) menyikapi kasus penembakan tersangka kasus pencabulan anak di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Polewali Mandar (Polman), Jumat (23/4/21) sekitar pkl 10.30 Wita.

Propam Polda Sulbar mengirim tim untuk mendalami kasus penembakan yang menyebabkan tersangka pencabulan anak, AZ, tewas. 

"Saat ini Tim Bidpropam Polda Sulbar sedang menuju ke TKP di Polres Polman, " kata Kepala Bidang Humas Polda Sulbar AKBP Syamsu Ridwan.

Propam ingin memastikan apakah penembakan tersebut telah memenuhi prosedur atau tidak.

"Tim Propam lakukan pendalaman, " sebutnya.

Kasus ini memang janggal karena polisi menembak mati tersangka saat sedang diperiksa di ruang penyidik Polres Polman dengan alasan hendak kabur dan tersangka menyerang penyidik menggunakan badik.

Kejanggalannya karena mengapa seorang tersangka yang sedang diperiksa di kantor polisi bisa bawa badik.

Diberitakan sebelumnya, petugas Kepolisian Resor Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar),  menembak mati AZ, tersangka kasus pencabulan anak, Jumat (23/4/2021) sekitar pukul 10.30 wita.

Polisi terpaksa menembak pelaku karena mencoba kabur.

Ia juga menyerang petugas dengan senjata tajam.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved