Khazanah Islam

Bacaan Niat, Tata Cara dan Waktu Tepat Mandi Wajib Setelah Berhubungan Suami Istri saat Ramadhan

Bacaan niat, tata cara dan waktu tepat mandi wajib setelah berhubungan suami istri. Sebelum atau sesudah sahur?

Editor: Ansar
KOMPAS.COM
Ilustrasi mandi. Bacaan niat, tata cara dan waktu tepat mandi wajib setelah berhubungan suami istri. Sebelum atau sesudah sahur? 

“Nawaitul Ghusla Lifrafil Hadatsil Akbari Fardhan Lillahi Ta’aala.”

Artinya: “Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadast besar fardhu karena Allah ta’aala.”

Bagi yang mandi besar karena selesai berhubungan badan suami istri, berikut bacaan niat sebelum mandi:

نَوَيْتُ الغُسْلَ لِرَفْعِ الجِنَابَةِ

Nawaitul ghusla li raf’il janâbati

Artinya: “Saya berniat mandi untuk menghilangkan janabat”

Untuk perempuan yang haid atau nifas ia berniat mandi untuk menghilangkan haid atau nifasnya berikut bacaan niatnya:

نَوَيْتُ اْلغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَيْضِ atau لِرَفْعِ النِّفَاسِ

Nawaitul ghusla li raf’il haidli” atau “li raf’in nifâsi

Artinya: “Saya berniat mandi untuk menghilangkan haidl” atau “untuk menghilangkan nifas”

Rukun Mandi Wajib

Berikut ini adalah rukun mandi wajib untuk menghilangkan hadas besar dikutip tribunpontianak.co.id dari berbagai sumber :

1. Membaca Niat. Tak hanya dapat melalui lisan, niat sungguh-sungguh bisa juga dibaca dalam hati.

2. Menyiram atau membasuh badan

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved