CPNS 2021

BKPP Mamuju Usulkan 79 Formasi CPNS dan 2.263 PPPK

Pemerintah segera membuka pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun 2021 pada Mei hingga Juni mendatang.

Penulis: Nurhadi | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM/NURHADI
Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian dan Data Informasi, BKPP Mamuju, Muh Yusuf. (tribun-timurnurhadi) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUU - Pemerintah segera membuka pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi tahun 2021 pada Mei hingga Juni mendatang.

Sebanyak 546 instansi yang akan membuka penerimaan tahun ini, terdiri dari 56 Kementerian/Lembaga, 34 Pemerintah Provinsi.

Kemudian 456 Pemerintah Kabupaten/Kota telah mengusulkan kebutuhan ASN disertai dengan dokumen pengusulan ASN yang lengkap.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Mamuju sendiri telah mengusulkan 2.342 formasi.

Kepala Bidang Pengadaan, Pemberhentian dan Data Informasi, BKPP Mamuju, Muh Yusuf, 2.342 formasi yang diusulkan, diantaranya 41 tenaga kesehatan, 10 tenaga teknis dan 18 jabatan pelaksana.

"Khusus formasi PPPK usulan kabupaten Mamuju sebanyak 2.263. Semuanya guru,"kata Yusuf kepada tribun-timur.com, Selasa (20/4/2021).

Yusuf menjelaskan, sebanyak 51 formasi tenaga kesehatan yang disusulkan terdiri dari Apoteker, Dokter Umum, Dokter Gigi, Epidemiologi, Penyuluh Kesehatan Masyarakat, Perawat, Bidan, Nutrisionis, Pranata Laboratoriun Kesehatan dan Sanitarian.

"Tenaga Teknis atau Jabatan Fungsional terdiri dari Analis Anggaran, Auditor, Pengendali Dampak Lingkungan, Pranata Komputer dan P2UPD,"jelasnya.

Sementara jabatan pelaksana terdiri dari Analis Benih, Analis Budidaya Perikanan, Analis Industri, Analils Informasi Sumberdaya Hutan, Analis Kesehatan Ikan dan Lingkungan, Analis Lingkungan Hidup.

Kemudian Analis Pangan, Analis Penanaman Modal, Analis Pendapatan Daerah, Analis Program Pembangunan, Analis Statistik, Analis Teknologi Industri, dan Penyusun Program Anggaran dan Pelaporan

"Jadi jabatan tersebut yang diusulkan ke KemenpanRB, mengenai penetapannya tergantung Kemenpan RB, tapi kita berharap disepakati semua,"ucapnya.

Dikatakan, kebutuhan penerimaan ASN tersebut berdasarkan kebutuhan Analisis Jabatan (Anjab) dan Analisis Beban Kerja (ABK).

Yusuf mengatakan pihak belum menerima petunjuk teknis (Juknis) pelaksanaan seleksi penerimaan CPNS dan PPPK tahun, namun gambaran umumnya ada pada proses penerimaan tahun 2019.

"Secara detail belum ada juknis, tapi berkenaan dengan gambaran umum sudah kami pahami karena kita sudah pernah melaksanakan seleksi CPNS tahun 2019,"ucapnya.

Halaman
12
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved