Breaking News:

Tribun Ramadan

Jadwal Waktu Berbuka Puasa untuk Wilayah Sinjai Hari Ini

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas) Kementerian Agama merilis waktu Imsak dan waktu berbuka puasa hari ini, Rabu (14/4/2021).

TRIBUN-TIMUR.COM/SYAMSUL BAHRI
Masjid Islamic Center Sinjai (ICS) terletak di Tanassang, Kecamatan Sinjai Utara. Masjid ini mulai ditempat Salat Tarawih perdana 

TRIBUNSINJAI.COM, SINJAI UTARA - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas) Kementerian Agama merilis waktu Imsak dan waktu berbuka puasa hari ini, Rabu (14/4/2021).

Waktu Imsak di Sinjai pada pukul 04.34 Wita, sedang untuk Salat Subuh 04.44 Wita dan terbit fajar 05.56 Wita.

Duha 06.24 Wita, Zuhur 12.03 Wita dan waktu masuk Asar 15.20 Wita.

Sedangkan untuk Salat Magrib jatuh pada pukul 18.02 Wita dan Isya pada pukul 19.12 Wita.

Sedangkan untuk hari Kamis (15/4/2021) Waktu Imsak pada pukul 04.34 Wita, sedang untuk Salat Subuh 04.44 Wita dan terbit fajar 05.56 Wita.

Duha 06.23 Wita, Zuhur 12.03 Wita dan waktu masuk Asar 15.20 Wita. Sedang Magrib 18.02 Wita, Isya 19.11 Wita.

Kaum muslimin, berpuasa dengan harapan mendapatkan pahala. Namun, apakah orang yang hanya melaksanakan puasa, tapi tak salat tarawih maupun lima waktu mendapat pahala?

Drs H Fathurrrahman Azhari. Mhi menjelaskan,  perlu dipilah dulu apakah seseorang itu meninggalkan salat, karena mengingkari kewajibannya, malas atau tidak sengaja, seperti tertidur atau lupa. Para ulama sepakat, orang yang mengingkari salat tergolong murtad dan kafir. Hadis Rasulullah SAW: Dari Jabir bin `Abdillah, Rasulullah SAW bersabda: "(Pembatas) di antara seorang muslim dan syirik dan kafir adalah meninggalkan salat."( HR Muslim nomor 257)

Akan tetapi mereka berselisih pendapat terhadap orang yang meninggalkan salat karena malas. Pendapat pertama: Orang yang meninggalkan salat itu tidak dihukumkan sebagai kafir. Ini merupakan pendapat Imam Malik, Imam asy-Syafi'i, dan salah satu pendapat Imam Ahmad.

Pendapat kedua: Orang yang meninggalkan shalat karena malas adalah fasiq (pelaku dosa besar) dan dia wajib dipenjara sehingga dia mau menunaikan shalat. Ini merupakan pendapat mazhab Hanafi. (Al-Mawsu'ah Al-Fiqhiyah Al Kuwaitiiah, 22/186- 187)

Halaman
12
Penulis: Samsul Bahri
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved