Tribun Mamuju
Hasil Kajian Badan Geologi, Potensi Likuifaksi di Daerah Rimuku Mamuju Sulbar Tinggi
Pemerintah Provinsi Sulbar perlu meningkatkan mitigasi bencana, karena berada titik rawan bencana gempa bumi atau berada di atas patahan aktif
Penulis: Nurhadi | Editor: Suryana Anas
Dikatakan, rata-rata kerusakan yang terjadi di Majene dan Mamuju saat terjadi gempa bumi pada 15 Januari lalu, disebabkan oleh proses mekanisme likuifaksi.
"Kami sudah menitip pesan ke warga daerah Mekkatta, Majene, bahwa kerusakan rumah mereka lebih banyak disebabkan oleh proses mekanisme likuifaksi, ini perlu menjadi perhatian, agar nanti saat bangun kembali rumah, usahakan rumah kayu saja"katanya.
Menurutnya, apa yang disampai itu sebagai informasi awal apa-apa yang perlu dilakukan oleh pemerintah daerah ke depan dalam hal penggulangan bencana.
Selain itu, lanjutnya, potensi banjir bandang juga sangat massif di wilayah Sulbar, menurutnya pemerintah daerah perlu waspada dan melakukan langkah-langkah pencegahan sejak dini.
"Kalau kita naik heli atau pesawat dari Makassar ke Mamuju, kita melihat ke bawah, akan menemukan betapa banyaknya pergerakan tanah. Termasuk di Desa Tapalang Mamuju, disitu potensi terjadi banjir bandang kalau diamati dari segi pergerakan tanah,"tuturnya.
Kondisi Geologi dan Potensi Bencana Geologi di Sulbar
Koordinator Mitigasi Gempabumi dan Tsynami PV/MGB dan Penyelidik Bumi Madya, Dr Supartoyo, menyebutkan, Kondisi Geologi dan Potensi Bencana Geologi di Sulbar.
Diantaranya, perbukitan terjal, pelapukan batuan, pemicu curah hujan, tinggi dan guncangan gempa bumi: rentan gerakan tanah.
Kemudian tanah lunak, mat dangkal: rawan gempa bumi dan bahaya ikutan, terakhir pantai landai, minim penghalang pantai, muara sungai: Rawan Tsunami.
Rekomendasi
- Agar pemerintah provinsi Sulbar, Pemerintah Kabupaten Mamuju dan Majene segera merevisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) berdasarkan peta kawasan rawan bencana geologi yang dikeluarkan oleh Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mecakup bencana gempa bumi, tsunami dan gerakan tanah.
- Agar pemerintah provinsi Sulbar, Pemerintah Kabupaten Mamuju dan Majene, memasukkan materi kebencanaan geologi (gempa bumi, tsunami, letusan gudung api dan gerakan tanah) ke dalam kurikulum pendidikan agar para guru dan pelajar dapat memperoleh pengetahuan tentang mitigasi bencana geologi.
Kesimpulan Badan Geologi
- Berdasarkan kondisi geologi daerah Sulawesi Barat rawan bencana geologi yaitu:gerakan tanah, gempabumi dan tsunami, karena terletak dekat dengan sumberpembangkit bencana geologi.
- Kejadian gempabumi Mamuju tgl 15-1-2021 menimbulkan guncangan kuat di daerah Mamuju pada skala intensitas maksimum VIl MMI, dan mengakibatkan terjadi bahaya gempabumi berupa: guncangan kuat, dan bahaya ikutan yaitu: retakan tanah, likuefaksi jenis sand boil) dan gerakan tanah/ longsoran.