Tribun Polman
Dendam Lama, Dua Warga Polman Terlibat Duel Parang
Dua warga Polman Sulawesi Barat (Sulbar) dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka parah setelah terlibat duel menggunakan parang.
Penulis: Hasan Basri | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-TIMUR.COM, POLMAN - Dua warga Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka parah setelah terlibat duel menggunakan parang.
Perkelahian dipicu dendam lama. Peristiwa ini terjadi pada Senin (12/4/2021) kemarin, tepatnya di Dusun, Banato, Desa Banato Rejo, Kecamatan Tapango, Kabupaten Polman.
Kedua warga itu masing masing Sarino dan Suwito dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Polewali Mandar untuk mendapatkan perawatan medis.
Suwito mengalami beberapa luka terkena sabetan Parang pada lengan kiri, punggung, faktur tulang, lengan kanan.
Sementara Surino mengalami luka pada lengan kiri panjang nya berukuran 7 cm dengan kedalaman 4 cm.
Kepala Kepolisian Sektor Tapango, Ipda Taufik Murawanto menjelaskan kronologis kejadian bermula saat Suwito mendatangi rumah Sarino.
Suwito awalnya memanggil Jaya Saputra , anak dari Sarino dan menantang untuk berkelahi menggunakan Parang.
Mendengar teriakan Suwito, Sarino (orangtua Jaya Saputra) yang sementara di rumah langsung keluar sambil membawa parang panjang yang sudah terhunus.
Sarino kemudian langsung memarangi punggung Suwito yang mengakibatkan luka terbuka pada punggungnnya .
"Anak Sarino juga mencoba memarangi bagian kanan tubuh korban namun tidak mengenai korban dan langsung ditarik oleh orang tuanya atau ibunya, " ujarnya.
Menurut Ipda Taufik Murawanto, sesudah diparangi, Suwito langsung lari meninggalkan pekarangan rumah, namun tetap di kejar oleh Sarino dan terlibat baku Parang.
"Saat Suwito mengayungkan parangnya, Sarino menangkis dengan menggunakan tangan kirinya yang mengakibatkan luka terbuka pada tangan kirinya, " ujarnya.
Sementara pada saat itu Suwito juga kembali terkena luka sabetan pada bagian tangan kanan hingga iya terjatuh.
Sarino baru berhenti memarangi Suwito ketiak masyarakat setempat datang memisahkan keduanya.
Dari hasil penyelidikan sementara, Polisi mendunga penyebab perkelahian warga karena motif dendam lama antara Suwito dengan anak dari Sarino pada beberapa bulan yang lalu.
Dimana adik dari Jaya Saputra (putra Sarino) dipukul oleh anak Suwito, sehingga Jaya Saputra mendatangi anak Suwito dan langsung memukulnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/seorang-petugas-kepolisian-bersama-masyarakat-sedang-melihat-warga-terluka1.jpg)