Breaking News:

Tribun Bulukumba

Kopel Desak Pimpinan DPRD Bulukumba Berhentikan Sementara M Sabir

Kasus dugaan Korupsi Pengadaan Kapal 30 GT mulai disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Makassar

Penulis: Firki Arisandi
Editor: Suryana Anas
Muhammad Jafar
Direktur Kopel Bulukumba, Muhammad Jafar 

Itu karena menjadi terdakwa dalam perkara tindak pidana khusus, kasus korupsi. 

"Pemberhentian sementara ini diusulkan oleh Pimpinan DPRD kepada Gubernur paling lambat 7 hari sejak Muh Sabir berstatus terdakwa," tambah Bung MJ, sapaannya.

Menurut Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana Pasal 1 terdakwa adalah seorang tersangka yang dituntut, diperiksa dan diadili di persidangan.

Sekadar diketahui, kasus ini telah mandek bertahun-tahun setelah diproses oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulukumba 2013 silam.

Pengadaan bantuan kapal nelayan ini dianggarkan pada tahun 2012.

Ada dua tersangka dalam kasus ini, yakni Mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Bulukumba H Muh Sabir, dan juga H Arifuddin.

Namun, H Arifuddin yang saat itu menjabat sebagai direktur PT Phinisi Semesta Bulukumba, hingga kini masih berstatus Daftar Pencarian Orang alias DPO.

Dari data Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri (PN) Makassar, sidang perdana kasus ini sudah dilakukan pada Kamis (8/4/2021) lalu.

Agenda sidang perdana yakni pengajuan eksepsi dari terdakwah.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Bulukumba, Andi Thirta Massaguni, membenarkan hal itu saat dikonfirmasi, Minggu (11/4/2021) kemarin.

"Iya benar (sudah sidang), dengan agenda terdakwah mengajukan eksepsi," kata Andi Thirta.

Namun, Andi Thirta memilih untuk tidak berkomentar banyak, ia hanya meminta untuk menunggu hasil persidangan.

"Ditunggu saja hasilnya. Yang jelas sekarang sudah masuk dalam tahapan proses persidangan," tambah Thirta. (TribunBulukumba.com)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Firki Arisandi

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved