Breaking News:

Munarman eks FPI Ngegas saat Ditanya Najwa Shihab di Mata Najwa, Denny Siregar:Munarman Ngeles Total

Denny Siregar menyebut Munarman ngeles total saat menjawab pertanyaan Najwa Shihab di Mata Najwa.

Editor: Sakinah Sudin
Kolase Tribun Timur/ Sakinah Sudin
Munarman dan Najwa Shihab. (YouTube Najwa Shihab). 

Dari dua pembicara yang sudah teridentifikasi teroris itu, kan lucu kalo Munarman sebagai salah satu pembicara gak tau itu acara apa ? Bohong lu gampang ketahuan, Man..

Munarman memang sedang panik.

Dia benar2 terpojok dan sedang sibuk cari pembelaan sana sini.

Bahkan kabarnya dia terus kontak para elit politik yang dulu jadi bohir FPI untuk cari perlindungan.

Tapi mereka semua menghindar, cuci tangan.

Buat mereka, Munarman harus dijauhi.

Nomer hapenya pun di blok, karena takut dikait2kan dengan terorisme.

Munarman sendirian. Para anggota FPI yang dulu berbaiat di Makassar, sudah pada ditangkap Densus 88 dan bernyanyi tentang hadirnya Munarman.

Itulah kenapa Munarman bersedia hadir di acara Mata Najwa.

Munarman ingin membentuk opini publik bahwa "dia tidak bersalah" lewat acara itu.

"Daripada nanti disuruh klarifikasi di kantor polisi gada yang nonton, mending disini.." begitu pikirnya.

Sayang banget. Ternyata jalannya acara tidak sesuai yang diharapkan.

Karena paranoid terus dikuntit polisi dari siang ampe dini hari, Munarman akhirnya meledak. Emosinya tidak terkontrol.

Dia sebenarnya pengen nangis disana, curhat tentang apa yang terjadi sekaligus mencari simpati.

Tapi yang ada malah orang melihatnya semakin benci..

Untung saja gelas didepan, gak sampe disiramkan ke Najwa.

Kalo terjadi, alamat viral berita dengan headline besar, "PEMIMPIN ISIS INDONESIA SERANG HOST DENGAN SENJATA SECANGKIR TEH PANAS" (emoji menutup mulut)

Untung gua penyeruput kopi.. (emoji tertawa).

Denny Siregar,"

Munarman tunjuk-tunjuk Najwa Shihab

Mulanya Munarman menjelaskan soal kehadirannya di acara Baiat ISIS di Makassar.

Munarman menjelaskan dia tidak tahu ada acara baiat di acara yang dihadirinya.

Najwa Shihab lalu bertanya apakah Munarman pernah klarifikasi soal kehadirannya di Baiat ISIS di Makassar beberapa waktu lalu.

"Anda menyampaikan ini, klarifikasi ke polisi atau sempat dipanggil tidak?," tanya Najwa Shihab.

Bukannya menjawab, Munarman malah malah bertanya balik ke Najwa Shihab.

"Loh perbuatan saya, diundang itu, apakah perbuatan pidana. Kenapa saya harus klarifikasi? itu dulu," kata Munarman.

Najwa Shihab kembali menegaskan pertanyaannya.

"Pertanyaan saya apakah sempat ada yang memanggil. Ada yang berusaha mengklarifikasi," tanya Najwa Shihab.

Lagi-lagi Munarman bertanya balik.

"Pertanyaan saya, apakah itu kejahatan?," kata Munarman.

"Saya bertanya, Anda," kata Najwa.

Belum sempat menyelesaikan ucapannya, Munarman langsung memotong.

"Pertanyaan saya, saya tanya makanya. Apakah itu kejahatan? Menceritakan dalam seminar tentang strategi counter terrorism. Jangan sampai orang terjebak. Apakah itu kejahatan," kata Munarman.

"Bang Munarman, saya bukan polisi," kata Najwa Shihab.

Najwa Shihab lalu mengatakan mengundang Munarman untuk bertanya pengalamannya.

"Apakah Anda pernah dipanggil. Pertanyaan saya itu," tegas Najwa Shihab.

"Makanya saya jawab. Apakah itu suatu kejahatan," kata Munarman sambil mengacungkan jari telunjuknya.

"Pernah atau tidak? Anda tidak mau menjawab pertanyaan," kata Najwa Shihab.

Belum lagi Najwa selesai bicara, Munarman terus memotong.

"Bukan Karena itu bukan kejahatan, berarti tidak ada kewenangan pemanggilan itu" kata Munarman.

"Oww berarti memang belum pernah dipanggil?," tanya Najwa Shihab.

Lagi-lagi, bukannya menjawab, Munarman malah nanya balik.

"Berarti Anda minta saya dipanggil," tanya Munarman.

"Saya bertanya pernah atau tidak," balas Najwa.

"Ya, berarti Anda minta saya dipanggil," kata Munarman.

Hingga beralih ke narasumber lainnya, Munarman tidak menjawab pertanyaan Najwa Shihab soal apakah pernah klarifikasi ke polisi atau tidak soal kehadiran Baiat ISIS di Makassar.

Simak video berikut:

Munarman Marahi Presenter

Ini bukan kali pertama Denny Siregar menyentil Munarman.

Sebelumnya, Denny Siregar mengomentari aksi Eks Sekretaris FPI Munarman yang marah kepada presenter iNews saat wawancara live.

Diketahui, Munarman marah-marah hingga ancam presenter iNews karena ucapannya dipotong saat klarifikasi tentang tuduhan hadir saat baiat ISIS di Makassar 2015 lalu.

Denny Siregar pun berkomentar melalui postingan di Twitter @Dennysiregar7 seperti dilansir Tribun-timur.com.

"Munaroh ngancem2 host tv waktu diwawancara hahaha..

Untung ga diundang ke studio, bisa2 disiram teh semua mulai produser sampe crew TV (emoji tertawa)," tulis Denny Siregar, Minggu (7/2/2021) 5.04 sore.

Cuitan Denny Siregar disertai potongan video wawancara Munarman di iNews.

Diberitakan sebelumnya, Munarman bersedia wawancara dengan iNews untuk klarifikasi tentang tuduhan hadir saat baiat ISIS di Makassar 2015 lalu.

Presenter wanita bertanya apakah Munarman hadir di baiat seperti pengakuan terduga teroris anggota FPI.

"Saya kasihan kalau hanya untuk menangkap saya dan memfitnah FPI harus orang lain ditangkap sampai jumlahnya puluhan orang dengan peristiwa yang sudah lama terjadi, lima tahun lalu. Itu saya kasihan sebenarnya," kata Munarman.

"Peristiwa-perisitiwa seperti ini, kezaliman-kezaliman seperti ini, harusnya dihentikan. Kalau memang mau menuduh saya, silahkan saja," kata Munarman.

Munarman pun menjawab mengenai kehadirannya di acara lima tahun lalu tersebut.

"Pertama, kalau semua orang mengaku, kemudian berdasarkan pengakuan satu orang, kemudian diuberlah orang lain. Wah ini bisa bahaya negara hukum kita ini," kata Munarman.

"Berarti Anda tidak hadir di acara itu pak Munarman?," tanya presenter iNews memotong ucapan Munarman.

Munarman meminta presenter tidak memotong pembicarannya.

"Yang kedua, dari pengurus DPD FPI Sulsel, yang dulu adalah Front Pembela Islam Sulawesi Selatan, ya pengurus dari provinsi, dan ustaz Agus, yang disebut-sebut orang yang mengaku ini, saya tidak kenal dengan orang yang mengaku itu siapa ya, sudah dikatakan bahwa ini orang tidak pernah menjadi anggota FPI," kata Munarman.

"Ya karena FPI itu keorganisasiannya itu untuk kepengurusan dia sangat ketat seleksinya, tapi untuk orang yang hadir dalam kegiatan FPI itu sangat terbuka, apalagi pengajian-pengajian umum. Nah itu yang saya ketahui," jelas Munarman.

Munarman mengatakan dirinya yang membuat sistem kepengurusan FPI.

"Untuk pengurus kita seleksi, tapi untuk simpatisan ya siapa saja bisa karena seragam FPI apa atribut FPI itu bisa dibeli di mana saja. Sebagaimana atribut kepolisian, itu di pasar Senen tuh banyak tuh jualannya ya. Silahkan beli di sana dan banyak sekali polisi gadungan tuh," kata Munarman.

Munarman kemudian menyingung adanya oknum anggota Polisi yang menjadi pelatih ISIS di Suriah.

Munarman juga mengaitkan dengan organisasi kepolisian serta menyebut nama Benny Mamoto selaku Kepala Pusat Riset Ilmu Kepolisian dan Kajian Terorisme Universitas Indonesia (UI) sebagai orang yang menyebarkan nama-nama yang disangkutpautkan dengan teroris.

Presenter iNews pun langsung ingin mengkonfirmasi kepada Benny Mamoto yang juga ikut di program Live tersebut.

"Ntar dulu. Mba, ntar dulu. Tadi kan nanya saya, apakah ada di situ atau tidak, saya belum selesai nih," kata Munarman protes.

Presenter iNews pun menjelaskan bahwa mereka terbatas durasi. Ia meminta Munarman agar mempercepat penjelasannya.

"Nggak bisa. Saya mau jelaskan bahwa tidak ada kaitan. Itu anak yang mengaku bukan anggota FPI sudah dijelaskan oleh ustad Agus Salim," kata Munarman sambil mengarahkan telunjuknya ke layar.

"Yang kedua, kehadiran saya di Makassar itu dalam rangka sebagai narasumber karena diundang karena saya diundang oleh pengurus FPI Makassar pada saat itu adalah seminar," jelas Munarman.

Munarman pun meminta presenter iNews agar tidak memancing kemarahannya.

"Anda jangan memancing kemarahan saya mba. Nanti bahaya ya. Anda jangan mancing-mancing. Jadi saya mau jelaskan fakta, jangan dipotong-potong,” kata Munarman.

"Saya bertanya pak, mohon maaf," jawab presenter iNews.

"Katanya mau baik-baik memberikan kesempatan kepada saya untuk mengklarifikasi. Kalau begini caranya ini propaganda namanya iNews ini," jelas Munarman.

Presenter pria pun ikut buka suara bahwa pihaknya hanya ingin melakukan konfirmasi.

"Kami konfirmasi pak Munarman," kata presenter iNews.

"Justru itu, saya mau menjawab, jangan dipotong-potong. Jangan jawaban saya belum selesai, sudah dipotong, dipindahkan ke isu lain," kata Munarman.

"Kan saya sudah jawab tadi. Saya mau panjang lebar ini menjelaskan biar adil gitu lho. Selama ini saya diam," kata Munarman. (Tribun-timur.com/ Sakinah Sudin)

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved