Breaking News:

Tribun Polman

Masjid Merdeka Wonomulyo Jadi Masjid Digital Pertama di Sulbar

Mesjid Merdeka Wonomulyo, Kabupaten Polman, diresmikan oleh Gubernur Sulbar sebagai Mesjid Digital, Minggu (11/4/2021).

ist
Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar resmikan masjid mereka Wonomulyo Polman sebagai masjid digital 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAMUJU - Mesjid Merdeka Wonomulyo, Kabupaten Polman, diresmikan oleh Gubernur Sulbar sebagai Mesjid Digital, Minggu (11/4/2021).

Peresmian itu sekaligus meresmikan Pasar Wonomulyo Polman sebagai Pasar Digital Non Tunai.

Penetapan Masjid Merdeka Wonomulyo sebagai Masjid Digital dan Pasar Wonomulyo diinisiasi oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sulbar.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulbar, Budi Sudaryono mengatakan, hal itu bagian dari pelaksanaan Festival Ekonomi Keuangan Digital.

"Seiring perkembangan teknologi, banyak hal yang mengalami kemajuan, termasuk sistem transaksi keuangan yang tidak hanya kepentingan bisnis dan ekonomi, tapi juga kepentingan ibadah seperti bantuan-bantuan pembangunan rumah ibadah,"kata Budi Sudaryono.

Dia mengatakan, pihaknya akan meresmikan penggunaan QRIS untuk kepentingan donasi kepada rumah ibadah.

"Ini sebagai masjid digital pertama di Sulbar, semoga kegiatan kita hari ini menjadi berkah,"tuturnya.

Sementara itu, Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar mengatakan, di tengah pandemi Covid-19, tingkat perekonomian mengalami kemunduran.

"Diperlukan inovasi untuk menciptakan pemulihan perekonomian,  salah satunya dengan adanya festival ekonomi dan keuangan digital ini, dirangkaikan peresmian Masjid Wonomulyo sebagai masjid digital dan peresmian Pasar Wonomulyo sebagai pasar digital,"ucap Ali.

Ali pun menyampaikan syukur karena Sulbar sudah lepas dari kategori  zona merah Covid-19.

"Sekarang sudah zona hijau,"ucapnya.

Karena itu, dia berharap masyarakat tetap memperhatikan protokol kesehatan, dimulai dari menggunakan masker, mencuci tangan hingga bersih dan menjaga jarak.

"Apalagi kita sudah akan melaksanakan sekolah tatap muka, tentunya diikuti oleh berbagai kegiatan masyarakat lainnya seperti ibadah dan kegiatan perekonomian, kita tetap perlu memperhatikan protokol kesehatan,"tuturnya.

"Kegiatan ibadah di bulan suci ramadan sudah dapat dilaksanakan, tentunya kapasitas masjid yang sebelumnya dapat  maksimal harus dilakukan pembatasan dengan memperhatikan jarak sesuai aturan pada protokol kesehatan,"sambungnya.

"Yang sebelumnya kapasitas masjid menampung 100 orang, saat ini hanya bisa dihadiri  50 orang saja,"jelasnya.(tribun-timur.com).

Penulis: Nurhadi
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved