Breaking News:

Nurdin Abdullah Ditangkap KPK

Raymond Arfandy Diperiksa KPK Kasus Nurdin Abdullah

diagendakan pemeriksaan empat orang saksi di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi Jl Kuningan Persada

WA Ali Fikri
Juru Bicara (Jubir) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ali Fikri 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menjadwalkan pemeriksaan saksi terkait dugaan suap dan gratifikasi proyek infrastruktur di Sulsel.

Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan, Rabu (7/4/2021) hari ini diagendakan pemeriksaan empat orang saksi di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi Jl Kuningan Persada Kav 4, Setiabudi, Jakarta Selatan," ujarnya.

Terkait saksi, ada dua saksi baru dan dua saksi yang sebelumnya mangkir, kemudian dijadwalkan ulang.

"Hari ini (7/4/2021) pemeriksaan saksi untuk tersangka NA dkk (dan kawan-kawan)," ujarnya via pesan WhatsApp, Rabu siang.

"(Terkait) TPK (Tindak Pidana Korupsi) suap perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan Tahun Anggaran 2020-2021," tambah ali Fikri.

"Empat orang yang dijadwalkan diperiksa, yakni M Fathul Fauzy Nurdin (Mahasiswa), Raymond Ardan Arfandy (Wiraswasta), Rudy Ramlan (PNS), John Theodore (Wiraswasta)," ujar Ali Fikri.

Seperti diketahui, Raymond Ardan Arfandy merupakan Direktur Utama PT Sabar Jaya Pratama.

Dilansir laman lpse.sulselprov.go.id, perusahaan berkualifikasi non kecil itu, tercatat memenangkan beberapa pengadaan konstruksi jalan di Sulawesi Selatan melalui Satuan Kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sulsel.

Tercatat pada APBD 2019 perusahaan yang beralamat di Jl Dr Wahidin Sudirohusodo Makassar itu memenangkan tender Pembangunan Jalan Ruas Rantepao - Saddan - Batusitanduk dengan harga terkoreksi Rp 9.882.545.089.

Masih pada APBD 2019, perusahaan tersebut juga memenangkan tender Preservasi Jalan Ruas Rantepao - Saddan - Batusitanduk dengan harga terkoreksi Rp 8.630.069.358.

Pada APBD 2018, PT Sabar Jaya Pratama juga memenangkan tender Peningkatan Jalan Ruas Passobbo - Matangli di Tana Toraja dengan harga terkoreksi Rp 6.929.340.862.

Beberapa tender perbaikan hingga pembangunan jalan pada APBD 2017, APBD 2016, APBD 2015, APBD 2014, APBD 2013, APBD 2012, APBD 2011 dan APBD 2010 juga pernah dimenangkan perusahaan tersebut.

Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved