Tribun Soppeng

BNI Salurkan KUR Rp 40 Miliar ke Petani Jagung di Soppeng

Hal tersebut ditandai penyaluran Rp 40 miliar permodalan Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahap pertama hari ini

Penulis: Sukmawati Ibrahim | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN TIMUR/SUKMAWATI
Pimpinan Wilayah BNI VII Hadi Santoso (kanan) dan Wakil Bupati Soppeng Lutfi Halide (tengah) saat talkshow di harapan Petani penerima pembiayaan KUR di Desa Tetewatu, Kecamatan Lilirilau Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, Selasa (6/4/2021 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - PT Bank BNI Wilayah VII Makassar bersungguh-sungguh membantu petani jagung di Desa Tetewatu, Kecamatan Lilirilau Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan, mendapatkan hasil panen melimpah.

Hal tersebut ditandai penyaluran Rp 40 miliar permodalan Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahap pertama pada hari ini, Selasa (6/4/2021).

Diperuntukkan bagi 3.430 petani dengan luas lahan 4.020 hektar.

Diketahui, total lahan pertanian di Kabupaten Soppeng seluas 90 ribu hektar.

Pimpinan Wilayah BNI VII Hadi Santoso mengatakan, penyaluran pembiayaan KUR ini merupakan konsep nan apik untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Bagaimana tidak, jika komoditi paling dasar seperti jagung bergerak. Maka, sektor lainnya bisa ikut bergerak juga.

"Maka dari itu, kami sebut ini konsep yang apik yang bisa berkontribusi bagi ekonomi kita. Dengan catatan, permodalan yang dihadirkan benar-benar dimanfaatkan untuk modal menanam," ucapnya.

Lebih jauh disampaikan, selama ini 
kerap kali masalah petani jagung ialah permodalan saat menanam. 

"Maka dari itu BNI hadir. Jumlah pembiayaan sesuai luas lahan. Dengan jangka waktu setelah panen langsung lunasi atau seperti apa kebutuhannya," ucapnya.

Untuk diketahui, bunga KUR 6 persen sedangkan normalnya bunga pembiayaan sebesar 12 persen.

Perlu Pendampingan

Hadi juga menegaskan, dengan adanya pembiayaan ini maka perlu ada pendampingan langsung Pemda setempat.

"Karena BNI hanya bisa membiayai, untuk mendampingi tentu SDM terbatas. Makanya, sinergitas bersama Pemda adalah konsep paling pas dalam program ini," tegasnya.

Terkait penjualannya, lanjut Hadi, BNI juga menggandeng offtaker PT Adhi Multi Quality.

"Nanti hasil serapannya kami hubungkan dengan offtaker atau pembeli berdasarkan harga pasar yang berlaku agar petani tidak merugi," ucapnya.

Hadi juga mengapresiasi antusias Pemda, khususnya Wakil Bupati Soppeng Lutfi Halide dan jajaran yang expert di sektor Pertanian.

Sumber: Tribun Timur
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved