Breaking News:

Tribun Pangkep

Hadiri Workshop FGD BRPBAPPP, MYL: Kembalikan Kejayaan Pangkep Penghasil Udang dan Ikan Bolu

Muhammad Yusran Lalogua hadiri workshop forum grup discussion (FGD) dan desminiasi hasil riset pemanfaatan WebGIS Sipetak

Editor: Imam Wahyudi
Humas Pemkab Pangkep
Salah satu upaya mendukung pengelolaan tambak berbasis klaster pada tahun 2021, yaitu desiminasi pemanfaatan WebGIS Sipetak. Kegiatan FGD berlangsung di ruang pertemuan Setda Pangkep, Selasa (6/4/21). 

TRIBUN-TIMUR.COM, PANGKEP - Salah satu upaya mendukung pengelolaan tambak berbasis klaster pada tahun 2021, yaitu desiminasi pemanfaatan WebGIS Sipetak.

Kegiatan FGD berlangsung di ruang pertemuan Setda Pangkep, Selasa (6/4/21).

Melalui program pemanfaatan WebGIS Sipetak, yang dilaksanakan oleh balai riset perikanan budidaya air payau dan penyuluh perikanan, fokus utamanya adalah penataan kawasan budidaya yang meliputu kualitas lahan, rekayasa tambak dan tekhnologi budidaya.

Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogua hadiri workshop forum grup discussion (FGD) dan desminiasi hasil riset pemanfaatan WebGIS Sipetak untuk mendukung pengelolaan tambak berbasis klaster oleh balai riset perikanan budidaya air payau dan penyuluh perikanan(BRPBAPPP).

Dikatakan Bupati MYL, Pangkep merupakan daerah yang potensi perikanannya yang sangat besar. Baik tambak air payau, air tawar maupun air laut.

Khusus perikanan air payau, Pangkep memiliki potensi sebesar 13.494 Ha. Dan termanfaatkan sebesar 11.015 Ha.

"Diharapkan, dengan pemanfaatan WebGIS Sipetak ini dapat meningkatkan produksi budidaya khususnya udang dan ikan bolu(bandeng). Sehingga, mengembalikan kejayaan Pangkep sebagai penghasil udang dan ikan bolu,"katanya.

Ditambahkan oleh Kepala BRPBAPPP, A. Indra Jaya Asaad, hampir seluruh kegiatan riset diterapkan di Pangkep.

Seperti probiotik dan pakan.

"Probiotik ini semacam bakteri yang dibutuhkan tambak. Di Pangkep, sudah diterapkan sejak dulu,"katanya.

Ia juga menambahkan, saat ini pihaknya mendampingi petani tambak memproduksi pakan.

"Bahkan pakannya sudah bisa dijual. Kita akan terus dampingi hingga bersertifikat SNI,"tambahnya.

FGD berlangsung di ruang pertemuan lantai 3 kantor Setda Pangkep, Selasa(6/4/21).

FGD dihadiri Kadis Perikanan Pangkep, Penyuluh dan juga kelompok tani tambak.

Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved