Terseret Ombak Pantai Mampie
Basarnas Kerahkan Satu Tim Cari Mahasiswa Hilang di Pantai Mampie Polman
Pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan ini kata dia, tetap dilaksanakan sesuai SOP yang ada
Penulis: Hasan Basri | Editor: Imam Wahyudi
TRIBUN-TIMUR.COM, POLMAN - Badan SAR Mamuju, Sulawesi Barat mengerahkan satu tim resque membantu pencarian mahasiswa yang hilang di Pantai Mampie, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar.
Korban, Rahmat Wahyudi dilaporkan hilang terseret ombak saat tengah berenang bersama beberapa orang temanya di pantai, Jumat (2/4/2021) sekitar pukul 17.00 wita.
"Setelah kami menerima laporan tersebut, kami langsung mengerahkan satu tim untuk melakukan Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR), " kata Kepala Kantor SAR Mamuju Saidar Rahmanjaya, Jumat (2/4/2021) malam.
Menurut laporan yang mereka terima, koban diduga kelelahan saat berenang bersama beberapa orang rekannya sehingga tenggelam
Saidar menyampaikan tim resque diperkirakan tiba di lokasi kejadian Pantai Mampie, Kecamatan Wonomulyo pada Sabtu (3/4/2021) sekitar pukul 2021pukul 01.05 Wita dini hari.
Selain personil, Basarnas juga mengerahkan satu unit rubber boat, dua set alat selam, peralatan navigasi, peralatan evakuasi dan peralatan pendukung lainnya.
Pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan ini kata dia, tetap dilaksanakan sesuai SOP yang ada, serta tetap dan selalu mengedepankan keamanan tim dan juga memperhatikan standar protokol kesehatan Covid-19.
Salain itu personil yang melaksanakan kegiatan diminta selalu melaksanakan koordinasi dan komunikasi kepada seluruh unsur potensi SAR yang berada di lokasi kejadian.
Disamping itu, Saidar menegaskan keselamatan, kekompakan serta sinergisitas antara unsur merupakan suatu hal yang sangat penting dalam keberhasilan pelaksanaan Operasi Pencarian dan Pertolongan.
"Untuk itu, seluruh unsur SAR yang terlibat dalam pelaksanaan Operasi SAR dapat saling menjaga demi kelancaran pelaksanaan kegiatan, " ujarnya.
Dia berjanji bakal berupaya secara maksimal dengan semua potensi SAR yang ada dan membentuk beberapa SRU untuk pencarian korban.
Sebelumnya, Kepala Kepolisian Sektor Wonomulyo, AKP Whansi Des Amoro menjelaskan kronologi kejadian sehingga korban hilang, berawal saat sedang berenang di laut bersama dengan beberapa temanya.
Mereka berenang agak ke tengah Pantai. Jaraknya sekitar 20 meter dari bibir pantai. Pada saat berenang tiba tiba datang ombak besar, lalu menyeret mereka.
Mereka kemudian berusaha menyelamatkan diri masing masing lari ke pinggir pantai.
Sedangkan korban tidak dapat menyelamatkan diri, sehingga korban tenggelam dan sampai saat ini belum ditemukan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/tim-re3e33.jpg)