Catatan di Kaki Langit
Tak Bergaram dalam Bom di Gereja Makassar dan Terkadang Mirip Parpol, Sebaiknya MUI Dibubarkan Saja
Jangan MUI diperbisikkan sebagai kantor dagang sertifikat halal. Atau, difitnah sebagai jembatan untuk menjadi komisaris di BUMN.
Tulisan Catatan di Kaki Langit Qasim Mathar ini dimuat di Tribun Timur cetak edisi Senin, 29 Maret 2021. Judulnya, MUI Direstart. Tulisan ini menyoal sikap dan pernyataan MUI terkait Bom di Gereja Makassar dan Hukum Vaksinasi Covid-19. Qasim Mathar mernilai pernyataan Jusuf Kalla terkait Bom di Gereja Makassar lebih bergaram daripada pernyataan pimpinan MUI. Dan sikap MUI dalam Hukum Vaksinasi Covid-19 sudah sangat terlambat dan plin-plan. Qasim Mathar adalah Guru Besar UIN Alauddin Makassar
MUI Direstart
Oleh
Qasim Mathar
Cendekiawan Muslim
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sudah sering saya berpikir, Majelis Ulama Indonesia atau MUI sebaiknya dibubarkan.
Agaknya, lembaga ulama itu sudah mirip ormas. Terlalu condong ke mazhab keagamaan tertentu.
Terkadang mirip parpol. Kentara keberpihakannya kepada kekuatan politik tertentu.
MUI seharusnya memayungi mazhab pemikiran keagamaan yang berbeda-beda.
MUI sebaiknya juga memberi pedoman tentang keadaban dalam berpolitik.
Jangan MUI diperbisikkan sebagai kantor dagang sertifikat halal. Atau, difitnah sebagai jembatan untuk menjadi komisaris di BUMN.
Sama terhormatnya gelar ulama, MUI sebagai tempat kumpul-kumpul ulama seharusnya mencerminkan pula kehormatan itu.
Jauh dari bisik-bisik, dugaan dan fitnah. Apalagi jika bisik-bisik, dugaan dan fitnah itu dibiarkan tanpa ada klarifikasi.
Saya sulit untuk menimbang. Apa perlu klarifikasi atau, memang sebaiknya dibubarkan saja. Daripada kehormatan ulama terganggu.
Maka ketika MUI mengutuk ledakan bom di Katedral Makassar kemarin, saya merasakannya tawar saja.
Umpama sayur, tak bergaram. Semacam ikut ramai saja dengan pihak lainnya yang sudah lebih duluan mengutuk.
"Mgr John Liku Ada, para pastor, biarawan/ti, seluruh umat Katolik Kota Makassar dan Keuskupan Agung Makassar, kami semua dari Keuskupan Banjarmasin menyatakan prihatin atas ledakan bom (bunuh diri?) di depan pintu masuk bagian timur halaman gereja Katedral Makassar pada jam 10.26 wita pada saat bubaran umat yang menghadiri misa ke 2 Minggu Palma. Semoga Tuhan memberikan istirahat kekal kepada korban yang meninggal (2 orang pelaku bom bunuh diri?). Dan Tuhan menganugerahkan sentuhan penyembuhan kepada korban-korban terluka (umat yang sesudah menghadiri misa sedang meninggalkan halaman gereja?). Semoga kejadian ini tidak menyurutkan semangat umat Katolik di Tanah Air dan umat Kristiani lainnya untuk dengan khusuk dan iman yang semakin kokoh merayakan rangkaian perayaan Pekan Suci, seraya tetap meningkatkan pengamanan di setiap gereja (paroki) tempat perayaan Pekan Suci diselenggarakan. Tuhan Yesus menyertai umatNya."
Itulah pernyataan Uskup Agung Banjarmasin, DR P Timang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/prof-m-qasim-mathar-21082018_20180821_235633.jpg)