Breaking News:

Bom di Gereja Makassar

Pasca Bom Gereja Katedral, Prof Hamdan Juhannis Anggap Terorisme Bermotif Agama Paham Salah

Rektor Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis ikut menyerukan penguatan moderasi beragama pasca bom bunuh diri di Makassar.

Ari / Tribun Timur
Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhanis 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Rektor Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar (UINAM) Prof Hamdan Juhannis menyerukan penguatan moderasi beragama menyikapi teror bom bunuh diri di Makassar, Gereja Katedral Makassar, Jl Kajaolalido, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (28/3/2021).

Prof Hamdan menilai, teror bom menandakan moderasi beragama mesti semakin diperkuat.

Menurut Guru Besar Sosiologi itu, kasus terorisme di Indonesia harus diakui bermotif agama dengan pemahaman yang salah.

Baca juga: Pasca Temui Korban Pengeboman Katedral, Ini Himbauan Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman

Baca juga: Membentuk SDM Unggul, Prodi HI UINAM dan Clean Up Indonesia Lakukan MoA

Meski demikian, Prof Hamdan menegaskan, tidak ada satupun agama yang mengajarkan untuk membunuh mereka yang berbeda iman.

Namun, sambungnya, bangsa Indonesia tidak boleh menutup mata bahwa para pelaku teror mendasarkan tindakannya pada sebuah ideologi keagamaan yang ekstrem.

“Tindakan teror dengan menebar ketakutan tentu bukan cara beragama yang benar, karena agama berintikan rahmah, kasih sayang dan kedamaian” kata Prof Hamdan Juhannis di ruang Rektor lantai IV Gedung Rektorat UIN Alauddin, Senin (29/03/2021).

Mantan Wakil Rektor IV UIN Alauddin itu menilai, penguatan moderasi beragama menjadi kunci untuk melakukan kontra terhadap ekstrimisme kekerasan.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan pentingnya melihat terorisme sebagai sebuah fenomena yang memiliki akar masalah yang kompleks dan telah berlangsung lama.

Tindakan teror, sambungnya lagi, merupakan akumulasi dari proses indoktrinasi dan ideologisasi terhadap pelaku, pikirannya diinjeksi dengan teologi maut oleh para otak terorisme yang merupakan jaringan internasional.

“Mari perkuat narasi beragama yang moderat di basis-basis sosial kita, di rumah, masjid, sekolah, kampus, serta kantor-kantor pemerintah maupun swasta yang memiliki ruang-ruang keagamaan atau kerohanian,” kuncinya.

Prof Hamdan Juhannis menyampaikan bela sungkawa dan mengajak masyarakat untuk tetap tenang, selalu waspada dan semakin memperkuat kebersamaan dan rasa solidaritas. (*)

Baca juga: Kondisi Terkini Lokasi Penggeledahan Rumah Pelaku Bom Bunuh diri Gereja Katedral Makassar

Penulis: Ari Maryadi
Editor: Muh Hasim Arfah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved