TRIBUN TIMUR WIKI
Komunitas Foto Hantu atau Ghost Photography Comunity, Tanpa Ritual Klenik Sebelum Memotret
apakah ada ritual apakah yang harus dilakukan supaya siap mental dan fisik untuk memotret hantu?
Penulis: Desi Triana Aswan | Editor: Waode Nurmin
TRIBUNTIMURWIKI.COM - Hantu merupakan salah satu subjek di dunia yang masih menjadi tabuh.
Meski selalu tabuh, adapula yang meyakini bahwa keberadaan hantu benar adanya.
Di Indonesia sendiri, sosok hantu ini kerap digambarkan dalam sebuah film.
Bahkan, ada pula yang membentuk sebuah komunitas untuk memotret keberadaan hantu.
Dilansir dari Tribunnews.com, ada komunitas fotografi yang memiliki nyali besar memotret hantu untuk dijadikan objek foto. Komunitas itu bernama Ghost Photography Comunity (GPC).
Gak takut atau merasa seram anggota komunitas itu pas motret objek abstrak?
Lantas, apakah ada ritual apakah yang harus dilakukan supaya siap mental dan fisik untuk memotret hantu?
Mickey Oxcygentri, founder GPC menjelaskan apa yang harus dilakukan supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan usai memotret hantu.
Penampakan sosok hantu memang jarang dijumpai secara langsung oleh kebanyakan orang.
Namun, biasanya hantu kerap sekali menampak wujudnya lewat media, seperti foto maupun video.
Nah, komunitas ini fotografi yang memiliki nyali besar memotret hantu untuk dijadikan objek foto
GPC merupakan komunitas pecinta fotografi yang yang bergenre Ghost Photography (fotografi hantu) yang berdiri sejak 15 November 2013.
Namun untuk memotret hantu tidaklah sembarangan, melainkan harus siap secara mental dan fisik yang bugar.
"Persiapan sebelum hunting, kita makan dulu ya dalam keadaan fit, dalam keadaan tidak ngantuk kemudian sebelum hunting juga pastinya kita melakukan ritual," ujar Mickey saat ditemui Tribunnews di Basecamp GPC, Depok, Jumat, (26/3/2021).
Mickey juga menegaskan tak ada ritual klenik seperti bakar dupa atau kemenyan, juga tabur bunga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/penampakan-makluk-halus-di-gedung-bekas-pabrik-tekstil-di-cimangis-depok-jabar.jpg)