Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Setahun Corona di Sulselbar

Pasien Covid Dirawat di RSUD Bantaeng Tersisa Dua Orang

Pasien yang dirawat puncaknya pada Bulan sembilan hingga Desember 2020 dan Januari 2021.

Penulis: Achmad Nasution | Editor: Imam Wahyudi
DOK TRIBUN BANTAENG
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof Dr Anwar Makkatutu Bantaeng akan dioperasikan mulai Januari 2017 mendatang. 

TRIBUNBANTAENG.COM, BANTAENG - Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bantaeng mulai berlangsung sejak pertengahan Maret 2020 hingga saat ini.

Artinya, penyebaran Covid-19 sudah berlangsung selama setahun. Dan tak sedikit pasien yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Anwar Makkatutu Bantaeng.

Pelaksana Tugas Direktur RSUD Anwar Makkatutu Bantaeng, dr Sultan menyampaikan bahwa selama setahun tercatat sebanyak 200 pasien yang dirawat.

"Sudah ada 200 pasien yang dirawat di Rumah Sakit selama setahun mulai Bulan tiga tahun 2020," kata dr Sultan kepada TribunBantaeng.com, Jumat, (26/3/2021).

Pasien yang dirawat puncaknya pada Bulan sembilan hingga Desember 2020 dan Januari 2021.

Dan kini yang tersisa tinggal dua orang pasien. Satu sudah dirawat selama sembilan hari dan satu lainnya dirawat tiga hari.

"Sekarang sisa dua orang. Pasien pertama dirawat sembilan hari dan tinggal menunggu swab kontrol dan pasien lainnya masuk tiga hari yang lalu. Jadi kalau hari ke 9 atau 10 pasien dirawat kita swab kontrol ulang," ujarnya.

Dijelaskan, kedua pasien itu dirawat karena mengalami gejala seperti batuk, demam dan sedikit sesak.

Perawatan harus dilakukan di rumah sakit karena pasien Covid-19 memerlukan obat-obatan tertentu yang kebanyakan diberikan obat injeksi atau cairan obat dan vitamin yang dimasukkan ke dalam tubuh.

Kemudian, apabila pasien di rumah sakit bakal selalu terkontrol dan dilakukan penganan seperti misalnya memberikan bantuan oksigen apabila sesak nafas atau bantuan infus.

Selain itu, juga dibantu oleh beberapa tenaga kesehatan seperti dokter Gizi, dan Patologi klinik yang bisa selalu memantau keadaan umum pasien.

"Selain dokter penyakit dalam ada dokter lain, misalnya dr Gizi, Kemudian dokter patologi klinik yang bisa setiap saat kita periksa keadaan umumnya, seperti gula darah, trombosit ataupun pemeriksaan darah lainnya untuk menunjang pengobatan Covid tersebut," tuturnya.

Lebih lanjut dr Sultan, bagi pasien yang sembuh setelah dirawat di rumah sakit tetap dilakukan kontrol untuk memastikan tidak adanya gejala kembali dialami.

Kontrol dilakukan oleh petugas surveilance yang melakukan koordinasi dengan petugas surveilance Puskesmas.

"Jadi kita punya surveilance yang melakukan koordinasi dengan surveilance Puskesmas. Nanti di Puskesmas melakukan pemantauan kalau masih ada gejala kita lakukan pengobatan dan tentunya kalau mereka pulang dilengkapi dengan obat rawat jalan," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved