Breaking News:

DPR RI

Kakanwil Kemenag Sulsel Dicecar Komisi VIII DPR Sebut Nikah di KUA Citra Orang Sudah 'Begitu-begitu'

Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, Khaeroni dihujani kritik dan pertanyaan Anggota Komisi VIII DPR RI saat kunjungan spesifik di Kantor Kemenag Sulsel.

handover
Kepala Kanwil Kemenag Sulsel Khaeroni dihujani kritik dan pertanyaan oleh Anggota Komisi VIII DPR RI saat kunjungan spesifik di Kantor Kemenag Sulsel, Rabu (24/3). 

TRIBUN-TIMUR.COM- Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, Khaeroni dihujani kritik dan pertanyaan Anggota Komisi VIII DPR RI saat kunjungan spesifik di Kantor Kemenag Sulsel, Rabu (24/3/2021) lalu.

Legislator anggota DPR cecar Khaeroni karena pernyataannya yang kontroversial. 

Hal itu dipicu dengan pernyataan Khaeroni yang menyebut nikah di KUA kurang karena citra negatif di masyarakat.

"Keinginan masyarakat untuk menikah di KUA kurang lantaran ada persepsi kalau menikah di KUA adalah orang yang sudah "begitu-begitu"," kata Kaheroni didepan sejumlah anggota Komisi VIII.

Anggota Komisi VIII DPR Muhammad Fauzi yang memimpin rombongan dalam kunjungan ini mengatakan persepsi ini harus diubah dan menjadi tugas Kakanwil dan jajaran.

Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Muhammad Fauzi
Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Muhammad Fauzi (TRIBUN TIMUR/HASYIM ARFAH)

"Kalau benar itu terjadi maka sebenarnya ini adalah tugas Kemenag Sulsel untuk mengubahnya. Apalagi saat ini sejumlah KUA di Sulsel sudah direvitalisasi agar lebih memadai," terang Fauzi.

Suami bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani ini mengatakan, tugas utama Kemenag adalah mengurusi masalah keagamaan dan pendidikan.

Sehingga persepsi itu harus diubah dengan edukasi dan sosialisasi yang lebih gencar lagi dari Kemenag Sulsel.

Anggota Komisi VIII Arwan Aras melontarkan kritik tajam yang meragukan pernyataan Kakanwil tersebut.

Dia menduga fenomena itu lebih disebabkan karena budaya orang Sulawesi.

"Saya kira ini lantaran adat masyarakat Sulawesi yang mau menggelar pesta secara ramai dan meriah. Sehingga mereka memilih tidak di KUA," kata anggota DPR asal Sulawesi Barat ini.

Kunjungan spesifik ini dalam rangka evalusi program revitalisasi sejumlah KUA dan layanan haji dan umrah selama pandemi.(*)

Baca juga: Aliran Hakekok Banten Kembali Sesat, Muhammad Fauzi Peringatkan Kemenag Lakukan Pembinaan Serius

Editor: Muh Hasim Arfah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved