Breaking News:

UPRI Makassar

Terima SK Kemendikbud, UPRI Makassar Resmi Buka Program S2

Universitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI) Makassar, resmi membuka Program Pasca Sarjana (PPs) Magister (S2) Jurusan Administtasi publik.

Istimewa
Penyerahan SK Kemendikbud, terkait izin pembukaan program Pasca Sarjana UPRI Makassar, di Aula Rektorat Kampus II, Jl. Nipa-nipa Antang, Kecamatan Manggala, Rabu (24/3/2021) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Universitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI) Makassar resmi membuka Program Pasca Sarjana (PPs) Magister (S2) Jurusan Administtasi publik.

Peresmian ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Nomor 65/E/0/2021, oleh Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah IX Sulawesi, Prof Jasruddin, di Aula Rektorat Kampus II, Jl. Nipa-nipa Antang, Kecamatan Manggala, Rabu (24/3/2021).

Adapun jurusan yang dibuka yaitu, ilmu administrasi publik, dengan konsentrasi ilmu administrasi umum pemerintahan desa.

Dalam sambutannya,  Rektor UPRI Makassar, Dr. H. Abd Azis mengatakan, program S2 ini telah didambakan sejak 2005, dan berkat peejuangan tanpa henti, akhirnya hal tersebut bisa tercapai.

"Kami sangat mendambakan program pasca sarjana ini.Dan perjuangan kita dari tahun 2005, Allah akhirnya memberikan kita SK melalui Kemendikbud," ujar Dr. Abdul Azis.

Ia menerangkan, saat ini ada 2 kelas yang dibuka, yang bisa menampung 40 mahasiswa.

"Ada 2 kelas,  satu kelas itu 20, jadi jumlahnya 40 orang. Tadinya saya sangka cuma sampai 25 saja, satu kelas, ternyata bisa dua kelas," terangnya.

Ia pun menginbau, agar kedepannya program pasca sarjana ini bisa dijaga dengan baik, dengan tetap berpedoman terhadao aturan yang ada.

"Ada poin ke 7 yang saya perhatikan, isinya tidak boleh menyelenggarakan pasca sarjana di luar kampus utama, dan saya harap kerja sama kita semua untuk mematuhi aturan yang ada," jelasnya

"Karena jika kita melanggar, ada kemungkinan SK ini dicabut, dan ini yang saya wanti-wanti. Semoga kita bisa bersama-sama menjaga kepercayaan yang diberikan," pungkasnya.

Sementara itu, Prof Jasruddin menyampaikan, agar kualitas program S2 dijaga dengan baik.

Menurutnya, teknis pembelajarannya harus dibedakan dengan program S1.

"S2 itu berbasis penelitian, sehingga mata kuliah yang bersifat teori lebih sedikit. Jadi paling banyak mata kuliah wajibnya itu cuma sekitar 2 semester saja. Jadi harus dibedakan betul," tuturnya.

"Jadi saya berharap, jika orang bisa selesai satu setengah tahun, kenapa harus tunggu dua tahun? Tapi harus disesuaikan dengan kualitas pendidikannya. Minimal mereka punya pengalaman belajar di luar negeri lah," tutupnya.

Laporan tribuntimur.com, M Ikhsan

Penulis: Andi Muhammad Ikhsan WR
Editor: Rasni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved